Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Selasa (20/01/2026) pada pukul 09:47 WIB mengalami kenaikan yang ditandai dengan zona hijau pada poin 3,14 atau sebesar 0,03% ke level 9,137.02.
Tanda zona hijau tersebut dapat diartikan, bahwa adanya anggapan terkait kondisi aman dan positif untuk dapat melakukan pembelian saham (trading). Sementara, salah satu metode trading saham yang digunakan oleh trader adalah scalping.
Scalping saham merupakan strategi trading berjangka pendek yang ditujukan pengambilan keuntungan skala kecil namun cepat, berdasar pada pergerakan harga saham di hari yang sama.
Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh trader (orang yang melakukan trading) adalah memperhatikan buying average saham, yaitu berupa cara pembelian saham yang sama selama beberapa kali pada harga yang berbeda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).
Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;
- Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
- Mengelola risiko saat pembelian saham
- Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya
Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang cocok untuk scalping!
ANTM – PT Aneka Tambang, Tbk
Saham yang berfokus pada sektor pertambangan dan pengolahan nikel serta emas ini diketahui masih menjadi fokus pasar selama sepekan terakhir. Berdasar pada arusnya yang mengarah pada net buy asing di sektor nikel yang kuat, saham ini mencerminkan minat pasar tinggi.
Selain itu, harga komoditas nikel yang berada di area tinggi juga mampu memicu momentum intraday yang kuat karena reaksi cepat terhadap data pasar komoditas.
IRSX – PT Aviana Sinar Abadi, Tbk
IRSX adalah saham papan pemantauan khusus dalam sektor teknologi dan jasa digital yang cenderung bervolume relatif tinggi terhadap ukuran kapitalisasi untuk kelasnya dibandingkan saham mikro biasa. Hal ini justru menimbulkan kerentanan terhadap spike volatil intraday.
Sektor ini juga sering dipengaruhi oleh adanya berita sentimen dan fluktuasi cepat antisipatif (fund flow, broker signal) yang dapat berpeluang range trading intraday dengan kemunculan yang lebih sering.
ARCI – PT Archi Indonesia, Tbk
Berdasar pada sektornya, ARCI ini cenderung bersifat sensitif terhadap harga emas global yang dapat berubah secara cepat intraday hingga memicu pergerakan tajam pada nominal perdagangan sahamnya.
Selain itu, volume transaksi yang sering tinggi ketika sentimen komoditas bergerak dapat memberi peluang scalper untuk sengaja memanfaatkan momentum swings.
BUVA – PT Bukit Uluwatu Villa, Tbk
Di sektor properti dan pariwisata, saham yang dimiliki oleh Happy Hapsoro ini tercatat pernah diperdagangkan secara agresif sebelum dan sesudah suspensi. Hal ini menunjukkan potensinya yang volatil intraday ketika minat pasar ritel tinggi.
Sementara, saham yang baru keluar dari suspensi disebut sering melakukan re-rate harga dengan frekuensi yang cukup tinggi karena pelaku pasar re-positioning.
MINA – PT Sanurhasta Mitra, Tbk
Dalam periode perdagangannya, saham MINA tercatat mendapatkan net foreign buy besar yang menunjukkan minat pasar institusi/asing yang dapat meningkatkan volatilitas. Karena pergerakan harganya yang tajam, sekuritas pernah merekomendasikan area entry dan target jual untuk trading singkat. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






