Mitrapost.com – Seorang santri di Bangkalan, Jawa Timur yang menjadi korban pencabulan, hilang dan hingga kini masih belum ditemukan.
Korban diketahui menjadi korban pencabulan oleh dua anak kiai Pondok Pesantren Nurul Karomah, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan yaitu UF dan S.
Pihak keluarga lebih dulu melaporkan UF. Namun dalam penyelidikan, diketahui jika S selaku adik UF turut melakukan aksi pencabulan. Sehingga S juga dilaporkan ke Polda Jawa Timur.
Namun setelah laporan itu masuk, korban menghilang pada Rabu (7/1/2026) dini hari. Hingga saat ini korban masih belum ditemukan. Terhitung, korban sudah hilang 14 hari.
Sebelumnya, pihak dari terduga pelaku juga gencar mendatangi rumah korban menyatakan ingin melamar.
“Setelah S ini dilaporkan, pihak ponpes gencar datang ke korban ingin melamar. Sampai datang 5 kali tapi keluarga menolak,” ujar Keluarga korban, Fitriyah dilansir dari Kompas.
Fitriyah menyebut, korban pencabulan diduga lebih dari satu orang dan pihaknya telah mendatangi mereka.
“Banyak korban yang tidak melapor. Ada lima orang yang sudah kami datangi. Tapi rata-rata orangtuanya tidak mau melapor,” ujarnya.
Ia menduga, korban sengaja dihilangkan. Mengingat CCTV dekat rumahnya tak merekam pada jam saat korban hilang.
“CCTV di dekat rumah, pada saat jam keponakan saya hilang itu juga tidak ada. Sepertinya sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari,” ujarnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com
