Mitrapost.com – Dalam perdagangan Rabu, 21 Januari 2026, penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada kisaran 1,36 persen ke level 9.010,33, diikuti oleh luasnya aksi profit taking setelah pergerakan sempat menunjukkan posisi tingginya.
Diketahui, penurunan ini terlihat utamanya berfokus pada sektor properti dan industri dengan penekanan yang cukup tajam. Sementara, sektor seperti barang konsumen primer tercatat mengalami penguatan terbatas.
Meski begitu, perdagangan untuk Jumat, 23 Januari 2026 memperkirakan kondisi pasar yang bergerak konsolidatif dengan bias stabil-menguat secara moderat, namun tetap selektif mengikuti arah arus modal asing dan respons terhadap data ekonomi terbaru.
BBRI – Bank Rakyat Indonesia Tbk
Melansir dari IDX Channel, BBRI tercatat menutup perdagangannya ke level Rp3.820. Ketika IHSG mengalami koreksi luas, saham ini menjadi salah satu yang cenderung lebih stabil (resilience) basis permintaan likuid yang kuat di sektor perbankan besar.
Permintaan berulang dari investor institusional dan domestik pada saham perbankan utama diketahui mampu mendukung pemulihan harga jika sentimen makro berangsur stabil, meski volatilitasnya masih tinggi. Untuk itu, potensi kenaikannya mencapai Rp3.900 — Rp4.000.
BBCA – Bank Central Asia Tbk
Sebagai saham blue chip yang sering menjadi dasar bagi arah perbankan secara keseluruhan, tingginya likuiditas membuat BBCA menutup perdagangannya pada angka Rp7.700. sementara, potensi kenaikannya dapat diprediksi mencapai level Rp7.810 — Rp8.000.
Ketika IHSG konsolidatif atau mencoba menstabilkan kondisi di area psikologis kunci, BBCA sering menjadi salah satu konservator performa indeks, terutama jika pasar melakukan pengurangan terhadap tekanan jual sektoral.
ICBP – Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
Saham ICBP menutup perdagangannya pada angka Rp8.100. Dengan kecenderungannya yang relatif defensif ketika tekanan pasar mempengaruhi mayoritas sektor siklikal, saham konsumer primer seperti ICBP ini berpotensi mengalami kenaikan hingga Rp8.200 — Rp8.410.
Ketika IHSG menunjukkan pergerakan sideways, kestabilan permintaan domestik dan karakter defensifnya atas permintaan barang kebutuhan sehari-hari memberikan konteks yang mendukung pergerakan moderat positif.
UNTR – United Tractors Tbk
Diketahui saham UNTR menutup perdagangannya ke level Rp27.200. saham yang memiliki keterkaitan erat dengan sektor komoditas dan kegiatan investasi di industri pertambangan ini diprediksi mengalami peningkatan hingga Rp27.700 — Rp28.300.
Prediksi tersebut berasal dari kecenderungannya yang sering menarik minat beli pada fase koreksi teknikal, khususnya ke arah area harga yang dianggap menarik setelah tekanan jual besar, meski kemarin pasar profit taking cukup luas.
MDKA – Merdeka Copper Gold Tbk
Perdagangan saham MDKA ditutup menguat ke level Rp3.310. Permintaan terhadap logam yang mengantarkan pada fase konsolidasi indeks besar seperti saat ini memunculkan potensi kenaikan hingga sebesar Rp3.400 — Rp3.440.
Sifat sensitifnya terhadap harga komoditas logam sebagai saham tambang tercatat sering mendapatkan perhatian dari para investor ketika tekanan pasar global mereda atau memunculkan peluang beli pada level harga yang lebih menarik secara teknikal. (*)

Redaksi Mitrapost.com

