Pati, Mitrapost.com – Polresta Pati bersiap menggelar Operasi Keselamatan Candi 2026. Pembukaan operasi ditandai dengan apel gelar pasukan di Polresta Pati pada Senin (02/02/2026).
Operasi Keselamatan Candi ini akan berlangsung selama 14 hari, dimulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi digelar dalam rangka menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.
Kasatlantas Polresta Pati, Kompol Riki Fahmi Mubarok mengatakan bahwa operasi ini mengedepankan tindakan preemtif dan preventif untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang kondusif.
“Sasaran kegiatan yang dikedepankan adalah kegiatan preemtif, preventif dan juga represif. Hal ini kita lakukan melihat daripada potensi gangguan, ambang gangguan ataupun gangguan nyata yang tentunya berpotensi untuk terjadinya pelanggaran lalu lintas ataupun kecelakaan lalu lintas,” ujar Kompol Riki ditemui usai apel di Polresta Pati.
Selain itu, Satlantas Polresta Pati juga melakukan tindakan represif 20 persen. Penindakan ini akan dimaksimalkan melalui teknologi Elektronik Traffic Law Enforcement (ETLE).
“Dalam represif ini dalam pendekatan hukum 20 persen dan juga mayoritas kita gunakan menggunakan ETLE,” jelas dia.
“Untuk sasaran maupun target nanti akan disesuaikan dengan karakteristik wilayah khususnya Kabupaten Pati dan itu menjadi salah satu target operasi yang mungkin nanti akan kita laksanakan kegiatan pembinaan ataupun kegiatan patroli ataupun bisa penegakan hukum,” lanjutnya.
Kompol Riki menegaskan, aksi balap liar juga akan menjadi salah satu target dalam Operasi Keselamatan Candi ini.
Sementara itu, PJ Sekda Kabupaten Pati, Teguh Widiatmoko menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mendukung penuh pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026.
Operasi juga akan melibatkan personel dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati.
“Hari ini kami mewakili Forkopimda hadir di Polresta Pati untuk mengikuti apel keselamatan menjelang Ramadan Idulfitri 2026. Kita support dari Satpol PP, dari Dishub untuk bersama-sama dengan kepolisian melaksanakan operasi patuh untuk menekan keselamatan,” ujar Teguh. (*)

Wartawan Mitrapost.com






