Tegas Akan Dipanggil Kejaksaan, Presiden Prabowo Ungkap Pengelolaan BUMN Merugikan Negara

Mitrapost.com – Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, mengungkapkan banyaknya pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai tidak efisien hingga berujung merugikan perekonomian negara sejak dahulu.

Oleh sebab itu, kini, Pemerintahan Prabowo membentuk Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dengan tugasnya sebagai pengelola utama kekayaan negara yang telah berbentuk BUMN.

Melansir dari Detik Finance, dalam tugasnya sebagai pengelola utama manajemen BUMN, Pemerintah RI melalui BPI Danantara disebut Prabowo telah mengumpulkan kekayaan senilai 1 triliun dolar Amerika Serikat (AS).

“Saya sudah menghimpun semua kekuatan milik negara dalam satu manajemen dalam satu pengelolaan yang nilainya 1 triliun dolar AS. Lengkapnya 1.040 miliar dolar AS asset under management,” jelas Prabowo, dikutip Rabu (04/02/2026).

Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah 2026 yang dilaksanakan di SICC Sentul, Jawa Barat, Prabowo mengaku bahwa sebelumnya pengelolaan BUMN terbagi di setiap masing-masing perusahaan.

“Tadinya terpecah-pecah dalam 1.040 perusahaan. Bayangkan nggak? Siapa yang bisa manage 1.000 perusahaan? Ini akal-akalan,” tegasnya.

Dan melalui hal ini, Prabowo menekankan bagi setiap pemimpin BUMN yang ketahuan melakukan akal-akalan, bahkan memilih untuk tidak bertanggung jawab, maka akan secara otomatis dipanggil oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Saya katakan pimpinan-pimpinan BUMN yang dulu harus bertanggung jawab jangan enak-enak aja kau. Siap-siap kau dipanggil Kejaksaan,” ucapnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati