IHSG Tunjukkan Tanda Penguatan, Potensi Transaksi Scalping Bisa Pakai 5 Saham Ini

Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, Selasa (14/02/2026) pukul 09:28 WIB menunjukkan tanda penguatan yang terlihat dalam poin 67,46 atau sebesar 0,84% ke level 8,099.34.

Penguatan yang ditandai dengan zona hijau dianggap aman dan positif untuk melakukan transaksi perdagangan saham (trading), berdasar pada salah satu metode yang digunakan yaitu scalping atau strategi berjangka sangat pendek guna mengambil keuntungan skala kecil namun cepat.

Hal ini sesuai dengan pergerakan harga saham pada hari yang sama. Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh trader adalah memperhatikan buying average saham atau cara pembelian saham yang sama dalam beberapa kali di harga yang beda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).

Strategi ini digunakan untuk menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun, mengelola risiko saat pembelian saham, serta mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya. Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang cocok untuk scalping!

BBCA — PT Bank Central Asia Tbk

Salah satu sektor perbankan ini termasuk ke dalam saham dengan likuiditas sangat tinggi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini diartikan bahwa banyak transaksi di setiap sesi yang memudahkan scalper untuk masuk/keluar posisi tanpa slippage besar.

Akhir-akhir ini BBCA juga tengah menunjukkan reaksi teknikal cepat terhadap resistance intraday dengan variasi naik-turun yang bisa dimanfaatkan untuk scalping, meski masih dipengaruhi sentimen net sell asing.

SUPA — PT Super Bank Indonesia Tbk

Sebagai saham yang relatif ramai diperdagangkan sejak IPO (Initial Public Offering), SUPA menunjukkan volatilitas harga yang besar dan range trading yang lebar. Kondisi tersebut bagus untuk scalper mencari micro-moves.

Kemudian, rekomendasi teknikal sebelumnya mengindikasikan saham ini sering uji resistance dengan volume yang variatif, membuatnya memiliki reaksi harga cepat dalam setiap sesinya.

BBTN — PT Bank Tabungan Negara Tbk

Dalam berbagai skenario teknikal, BBTN sering direkomendasikan sebagai saham yang aktif dengan volatilitasnya yang cukup besar untuk trading buy, terutama ketika pergerakan IHSG menunjukkan arah yang fluktuatif.

Sebagai salah satu bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang masuk kategori bank mid-cap, BBTN bisa mengalami range intraday lebar ketika terjadi aksi beli/jual cepat, sehingga dapat memanfaatkan rejection dari level teknikal penting.

INDY — PT Indika Energy Tbk

Dalam analisis teknikal, INDY merupakan salah satu saham yang juga sering direkomendasikan untuk trading ideas di kondisi pasar fluktuatif. Hal ini menunjukkan adanya reaksi harga tajam terhadap pergerakan pasar energi.

Selain itu, saham energi seperti INDY juga terlihat sering bergerak dinamis intraday mengikuti sentimen komoditas dan IHSG, sehingga memiliki range yang bisa dimanfaatkan scalper untuk quick profits.

MEDC — PT Medco Energi Internasional Tbk

Emiten energi besar seperti MEDC memiliki aktivitas pasar yang cukup tinggi hingga sering mengalami price swings intraday lantaran reaksinya terhadap fundamental seperti produksi migas/listrik dan berita operasional.

Berita operasional dan target kinerja yang ambisius di 2026 juga membuat saham ini sering bergerak mengikuti perubahan sentimen energi. Hal ini dapat dijadikan sebagai salah satu peluang bagus untuk scalper micro-moves. (*)

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati