Mitrapost.com – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI), Bobby Rasyidin mengaku permasalahan terkait dengan pembayaran utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh yang sempat menjadi sorotan publik, kini telah menemukan solusinya.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Bobby menyebut tata laksana pembayaran utang proyek KCJB Whoosh sedang berada pada proses perumusan oleh pemerintah.
“Yang terpenting permasalahannya sudah selesai. Tata laksananya lagi dibicarakan pemerintah, sedang dirumuskan. Pokoknya sudah beres, selesai,” jelas Bobby, dikutip dari Republika, Rabu (11/02/2026).
Perlu diketahui, permasalahan tersebut sempat dijadikan sebagai topik pembahasan di media sosial lantaran beban utang yang dimiliki telah masuk dalam fase proyek yang membengkak, yaitu senilai Rp116 triliun.
Oleh sebab itu, Presiden RI, Prabowo Subianto memerintahkan seluruh jajaran menterinya untuk dapat menghasilkan skema terbaik terkait dengan penyelesaian masalah utang KCJB Whoosh, termasuk dalam detailnya.
Menanggapi perintah tersebut, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa upaya restrukturisasi keuangan proyek KCJB Whoosh hingga saat ini masih membutuhkan proses dan waktu.
Meski begitu, proses restrukturasi keuangan ini diperlukan guna menjaga nilai ekonomi proyek, mendukung peningkatan konektivitas dan mobilitas masyarakat, serta memastikan agar keamanan fiskal bagi sejumlah pihak yang terlibat.
Sementara, penyelesaian restrukturasi keuangan ini dijadikan prioritas oleh pemerintah sebelum melangkah pada tahap pengembangan lanjutan proyek kereta cepat ke wilayah lainnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com

