Berikut Daftar Saham dengan Potensi Pergerakan Konsolidatif

Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan sesi pertama Senin, 23 Februari 2026, ditutup di level Rp8.384 setelah terjadinya rally intraday dengan penguatan yang terlihat dari pembukaan, menunjukkan munculnya minat beli pasar setelah volatilitas tinggi.

Untuk perdagangan Selasa, 24 Februari 2026, dinamika akan menguji kelanjutan penguatan ini yang berkemungkinan mengalami pergerakan konsolidatif dengan bias stabil-menguat moderat, namun tetap selektif berdasarkan aliran dana domestik dan respons terhadap sentimen global yang masih berhati-hati.

BBCA – Bank Central Asia Tbk

Melansir dari IDX Channel, saham BBCA diketahui menutup perdagangannya di sesi awal pada angka Rp7.225. Sementara, range kenaikan hariannya berpotensi berada pada level Rp7.283 — Rp7.413 dalam fase pasar yang mulai stabil.

Hal tersebut berdasarkan pada saham perbankan besar seperti BBCA yang cenderung dijadikan sebagai indikator sentimen risiko di pasar domestik. Penguatan IHSG yang berhati-hati membuka ruang bagi saham ini untuk bergerak moderat, terutama jika terjadi rotasi ke saham primer yang likuid setelah fase volatil sebelumnya.

BBRI – Bank Rakyat Indonesia Tbk

BBRI sering menunjukkan resilien ketika IHSG mencoba stabilisasi setelah tekanan besar. Oleh sebab itu, saham ini menutup perdagangannya di sesi awal sebesar Rp3.840.

Karena saham ini memiliki basis kredit ritel/domestik yang kuat dan tercatat dapat menarik minat beli ketika pasar mulai terakumulasi kembali, maka BBRI berpotensi mengalami kenaikan hingga Rp3.894 — Rp3.994.

PTBA – PT Bukit Asam Tbk

Saham ini menutup perdagangannya di angka Rp2.620 dengan potensi kenaikannya berada dalam range Rp2.664 — Rp2.740, karena emiten pertambangan batubara dibekali eksposur ekspor dan dividen yang relatif stabil.  Akhirnya, sektor ini mampu menjadi alternatif arah aliran dana yang berhati-hati namun terbuka terhadap potensi rebound teknikal di tengah konsolidasi indeks saham.

ERAA – Erajaya Swasembada Tbk

ERAA menarik secara kontekstual karena saham ritel diskresioner biasanya bergerak lebih baik ketika indikator likuiditas domestik mulai membaik, khususnya setelah penguatan IHSG pagi tadi menunjukkan minat beli sektor konsumsi. Oleh sebab itu, saham ERAA menutup perdagangannya ke level Rp430 dengan range kenaikan tipis di angka Rp448 — Rp462.

MEDC – Medco Energi Internasional Tbk

Sektor energi yang terdiversifikasi berhasil memberi ruang bagi saham MEDC untuk bergerak dalam fase konsolidasi indeks, hingga hasil akhirnya di perdagangan awal ditutup pada level Rp1.730.

Ketika IHSG menstabilkan diri dan mencari katalis domestik, MEDC dapat menarik alokasi dana investor yang mencari yield dan aktivitas operasional yang relatif defensif. Untuk itu, saham ini diproyeksikan mencapi di angka Rp1.980 — Rp2.010. (*)

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati