Dana Desa Rembang Dipangkas, Kades Pamotan Sesuaikan Insentif Guru Madin hingga PAUD

Rembang, Mitrapost.comAnggaran Dana Desa (DD) Kabupaten Rembang tahun 2026 mengalami pemangkasan dari yang sebelumnya Rp244.386.951.000 di tahun 2025, menjadi Rp87.832.208.000.

Anggaran tersebut turun hingga 70 persen secara total alokasi, sedangkan rata-rata DD yang diterima desa turun sekitar 30 persen.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Pamotan, Ahmad Masykur Rukhani mengaku kebagian anggaran DD sekitar Rp370 juta. Sedangkan sebelumnya, wilayahnya mendapatkan anggaran sebesar Rp1,2 miliar. Akibatnya, pihaknya pun harus melakukan efisiensi anggaran desa. Salah satu yang terdampak adalah insentif guru Madrasah Diniyah (Madin), TK, PAUD yang harus disesuaikan.

“Dulu kami dapat Dana Desa Rp1,2 miliar, tahun ini tinggal Rp370 jutaan saja. Itu untuk ketahanan pangan 20 persen. Sisanya untuk pemberdayaan, pembangunan, guru Madin, TK, PAUD serta operasional desa. Untungnya kami punya PADes sehingga guru masih bisa kita kasih 6 bulan,” ujarnya.

Insentif guru Madin, TK, dan PAUD di Desa Pamotan sebelumnya diberikan selama 12 bulan, namun tahun ini hanya bisa dialokasikan 6 bulan dengan nilai Rp50.000 per orang.

Kemudian anggaran bantuan anak stunting tahun ini pun terpaksa dihapus karena telah ada intervensi dari Pemkab Rembang. Bantuan anak berprestasi dari keluarga kurang mampu yang bersumber dari DD juga dihentikan.

Sebagai gantinya, Pemdes Pamotan telah mengajukan bantuan pendidikan ke PT Sukun dan disetujui pembiayaan untuk 15 anak. Pihaknya juga masih mengupayakan dukungan dari jejaring relasi di Jakarta.

“Memang kita harus pintar-pintar cari solusi lain,” pungkasnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati