5 Kuliner Khas Nusantara di Bulan Ramadan, Cocok untuk Berbuka Puasa

Mitrapost.com – Indonesia dikenal dengan kulinernya yang beragam. Masing-masing daerah di Nusantara bahkan memiliki makanan khas masing-masing. Makanan khas ini tak jarang pula disajikan sebagai takjil di bulan Ramadan.

Takjil dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti mempercepat (dalam berbuka puasa). Kata ini merupakan serapan dari bahasa Arab, yakni ‘ajila, atau menyegarkan. Dalam hal ini, kata takjil dipakai untuk menunjukkan perbuatan menyegerakan berbuka puasa.

Dilansir dari laman Wonderful Indonesia oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, berikut ini beberapa menu paling populer di berbagai daerah ketika bulan puasa!

Putu mangkok dari Kepulauan Riau

Putu mangkok merupakan kudapan tradisional khas Kepulauan Riau yang sering disajikan di bulan Ramadan. Makanan ini terbuat dari tepung beras dengan isian gula merah, kemudian dikukus menggunakan cetakan kecil berbentuk mangkuk terbalik. Putu mangkok memiliki tekstur lembut, kenyal. Rasanya berpadu antara manis dan gurih.

Ketan bintul dari Banten

Kuliner di bulan Ramadan selanjutnya adalah ketan bintul khas Banten. Kudapan ini terbuat dari beras ketan tumbuk yang dikukus, kemudian diberi taburan serundeng kelapa. Makanan ini memiliki cita rasa gurih, bertekstur lembut dan kenyal. Menurut historis, ketan bintul sudah ada sejak abad ke-16 dan merupakan kudapan favorit Sultan Maulana Hasanuddin.

Bongko kopyor dari Gresik, Jawa Timur

Bongko Kopyor merupakan salah satu sajian takjil khas Gresik, Jawa Timur. Kudapan manis dan gurih ini terbuat dari bubur nangka, kelapa kopyor, potongan roti tawar, pisang, mutiara, dan siraman santan, lalu dikukus dalam bungkusan daun pisang. Bongko kopyor biasanya banyak dijual di pinggir jalan ketika bulan Ramadan.

Barongko dari Makassar, Sulawesi Selatan

Makanan khas Ramadan di nusantara lainnya adalah barongko yang berasal dari Suku Bugis di Makassar. Barongko terbuat dari pisang, biasanya pisang kepok, yang dihaluskan, kemudian dicampur dengan santan, telur, dan gula. Adonan tersebut dibungkus daun pisang dan dikukus. Kudapan ini memiliki cita rasa manis dan gurih, serta bertekstur lembut, sehingga cocok untuk berbuka puasa.

Kue Asidah dari Maluku

Kue asidah merupakan kudapan yang terinspirasi dari kuliner khas Arab bernama Sidah. Kue Sidah ini dibawa oleh pedagang Arab yang mulai masuk ke wilayah Indonesia bagian timur, kemudian diinovasi oleh masyarakat setempat menjadi Kue Asidah. Kue ini berbahan dasar tepung terigu, gula merah, kayu manis, kapulaga, dan pandan. Teksturnya lembut dengan rasa dominan manis legit. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati