5 Saham dengan Potensi Pergerakan Harga Signifikan Kamis, 5 Maret 2026

Mitrapost.comIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di bawah tekanan dan menunjukkan volatilitas yang tinggi di beberapa sesi terakhir.

Sentimen global dan regional seperti terjadinya konflik Timur Tengah membuat investor banyak yang lari ke aset safe heaven seperti emas.

Secara keseluruhan, pasar masih fluktuatif dan risk-off, tetapi saham-saham dengan fundamental kuat dan sensitivitas terhadap harga komoditas atau tren defensif berpeluang bergerak signifikan.

Berikut 5 rekomendasi saham yang berpotensi bergerak signifikan pada Kamis, 5 Maret 2026.

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

ITMG memiliki fundamental yang kuat karena merupakan produsen batu bara besar dengan basis ekspor kuat. Kemudian kinerja pendapatan terdorong oleh harga batu bara yang relatif tinggi.

Harga saham ini berpotensi bergerak di kisaran Rp26.250 — Rp27.500 atau naik 5% – 10% dari harga penutupan Rp25.000 pada Rabu (3/3/2026).

Hal itu didukung kenaikan permintaan energi global sekaligus diversifikasi produk batubara metallurgical. Namun ada risiko harga batubara global berfluktuasi, sensitif terhadap risk-off global.

 

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)

BNI merupakan bank BUMN tier-1 dengan fokus pada kredit komersial dan korporasi. NIM dan rasio kreditnya juga relatif stabil.

Potensi pergerakan harga saham BBNI ada di level Rp4.500 — Rp4.600 atau naik 4% – 8% dari harga penutupan Rp4.300 pada Rabu (3/3/2026).

Hal itu didukung dengan BNI sebagai bank BUMN yang sering menjadi pilihan akumulasi saat IHSG mengalami rebound. Namun ada risiko eksposur ke suku bunga dan sentimen kredit domestik, serta aksi jual asing.

 

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

UNVR merupakan pemain dominan consumer goods dengan produk kebutuhan sehari-hari dan memiliki dividend yield yang relatif tinggi.

Potensi kenaikan harga saham ini mencapai kisaran Rp2.100 — Rp2.200 atau naik 3% – 6% dari harga penutupan Rp2.080 pada Rabu (3/3/2026).

UNVR sendiri merupakan saham defensif yang cenderung bertahan saat market turun. Namun ada risiko daya beli konsumen jika tertekan oleh inflasi dan risiko konsumsi menurun.

 

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

AALI memiliki eksposur besar di sektor agribisnis kelapa sawit. Kemudian permintaan CPO & produk turunan masih tinggi di pasar ekspor.

Hal tersebut menjadikan saham AALI layak dilirik investor. Didukung dengan harga CPO global yang masih kompetitif. Namun ada risiko kebijakan ekspor impor CPO & tren harga komoditas pertanian.

Kenaikan saham ini diprediksi menyentuh Rp7.700 — Rp8.100 atau naik 5% – 10% dari harga penutupan Rp7.350 pada Rabu (3/3/2026).

 

PT Surya Citra Media Tbk (SCMA)

SCMA merupakan pengelola grup media besar meliputi TV, digital, dan konten iklan. Dengan eksposur di sektor iklan dan konten digital yang masih tumbuh.

Momentum monetisasi digital dan potensi peningkatan pendapatan iklan mendukung potensi kenaikan harga saham ini. Namun ada risiko persaingan media dan konsolidasi iklan digital global.

Potensi kenaikan SCMA mencapai Rp272 — Rp292 atau naik 7% – 15% dari harga penutupan Rp254 pada Rabu (3/3/2026). (*)

 

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati