Mitrapost.com – Guna memantau pergerakan hewan buas yang turun ke permukiman, sebanyak 42 kamera trap secara sengaja dipasang di sejumlah titik di Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah.
Hal tersebut dilakukan setelah ditemukannya sejumlah tanda adanya hewan buas yang menyerang ternak milik warga Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Selain itu, adapula fenomena heboh terkait kemunculan macan tutul di Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu.
Di Desa Sepanjang, diduga terdapat dua ekor Macan Tutul yang turun ke pemukiman, di mana salah satunya telah berhasil dievakuasi dari rumah warga di Dusun Sendang. Sementara, satu ekor Macan Tutul lainnya masih dalam pemantauan.
Melansir dari Detik, Kasi Konservasi Wilayah 1 Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, Sudadi, mengatakan selain dipasang di kawasan hutan Gunung Lawu, kamera trap juga dipasang di sekitaran rumah warga.
“Kemarin baru ditemukan jejaknya (ada dua ekor Macan Tutul). Kemarin dilakukan pemasangan kamera trap di sekitar lokasi kandang (ternak warga), dan kawasan Hutan Lawu, di sekitar kandang dua kamera,” jelas Sudadi, dikutip Kamis (05/03/2026).
Sementara, BKSDA memasang kamera trap di sekitar 40 titik Hutan Lawu bersama Kementerian Perhutanan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di daerah BKSDA, Yayasan Save the Indonesian Nature and Threatened Species (SINTAS) Indonesia, Perhutani, dan Taman Hutan Raya (Tahura).
Atas hal tersebut, Sudadi mengimbau kepada sejumlah warga kawasan Hutan Lawu untuk tetap waspada, memperkuat kandang ternak, dan menambah lampu penerangan.
Kemudian jika ditemukan adanya hewan buas yang turun ke pemukiman, mereka diimbau untuk megera mengajukan laporan kepada pihak terkait. (*)

Redaksi Mitrapost.com




