Mitrapost.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Ara mengatakan bahwa pembangunan hunian yang diperuntukkan bagi masyarakat bantaran rel kereta api di Senen, Jakarta Pusat, saat ini sudah mulai dilakukan.
Bersama dengan Kepala Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria, Ara melakukan kunjungan ke wilayah Senen, sebagai bagian dari tindak lanjut hasil rapat yang digelar di Gedung BP BUMN pada Rabu (01/04/2026), belum lama ini.
“Hari ini saya senang sekali melihat kesiapan yang sangat cepat. Prosesnya sudah berjalan, bahkan sudah ada yang mulai clearing. Pegawai juga sudah mulai bekerja dan gambarnya juga sudah diberikan dengan rencana yang jelas,” jelas Ara dalam keterangan resminya, dikutip dari Kumparan.
Dalam hal ini, Ara menyebut terkait jumlah total hunian yang akan dibangun di kawasan tanah milik Angkasa Pura tersebut adalah sebanyak 324 unit, yang dilengkapi dengan fasilitas ruang terbuka untuk mendukung kenyamanan masyarakat, khususnya bagi anak-anak.
“Totalnya ada 324 unit yang akan dibangun di sini. Kemudian juga akan ada ruang terbuka untuk bermain anak-anak. Jadi ini merupakan kerja sama yang baik, tanahnya milik Angkasa Pura dan pembangunan dilakukan secara kolaboratif,” katanya, dikutip Sabtu (04/04/2026).
Guna mempercepat proses pembangunan, sejumlah BUMN konstruksi disebut telah diturunkan, di antaranya PT Pembangunan Perumahan (Persero) (PP), PT Hutama Karya (HK), dan PT Wijaya Karya (Wika), dengan sebanyak 470 pekerja.
“Target penyelesaian kita tanggal 15 Juni 2026 dan bisa segera diserahkan kepada warga yang membutuhkan,” ucap Kepala BP BUMN Dony Oskaria.
Di sisi lain, Ara juga menjelaskan bahwa upaya relokasi bagi warga bantaran rel akan dilanjutkan di sejumlah lokasi lainnya. Oleh sebab itu, Pemerintah Pusat akan mulai melakukan peninjauan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) yang ada di Tanah Abang dan Kampung Bandan. (*)

Redaksi Mitrapost.com






