Kepala BGN Ungkap Alasan Penyewaan Jasa EO dengan Total Rp113,9 Miliar

Mitrapost.com – Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia (BGN RI), Dadan Hindayana mengungkap alasan terkait pihaknya yang melakukan penyewaan jasa Event Organizer (EO).

Dalam hal ini, Dadan mengaku BGN belum memiliki sumber daya yang siap secara penuh mengurusi seluruh kebutuhan terkait kegiatan yang berskala besar. Hal ini dikarenakan BGN yang dinilai termasuk ke dalam lembaga baru dengan sistem dan tata kelola operasional yang masih dibangun.

Sementara menurutnya, kebijakan penyewaan jasa EO diklaim olehnya berasal dari pagu anggaran BGN di tahun 2025 yang telah menjadi sebuah bagian dari kebutuhan strategis.

“Penggunaan jasa EO untuk memastikan kegiatan dapat berjalan secara profesional, terstandar, dan tepat waktu,” jelas Dadan dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari Tempo, Senin (13/04/2026).

Selain itu, Dadan juga menilai jika pihak EO lebih memiliki keahlian yang tidak dapat dipenuhi oleh BGN dengan kapasitasnya sebagai lembaga kepengurusan gizi. Sementara, penyelenggaraan kegiatan BGN membutuhkan dukungan dari pihak professional.

“EO memiliki keahlian khusus dalam manajemen acara, mulai dari perencanaan, koordinasi vendor, pengelolaan teknis lapangan, hingga mitigasi risiko operasional,” katanya.

“Hal ini justru memudahkan proses audit, pengawasan, dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara karena seluruh komponen kegiatan terdokumentasi secara sistematis,” tambahnya.

Salah satu kegiatan berskala besar yang dikelola oleh BGN, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), juga diklaim oleh Dadan terkait dengan penggunaan jasa EO yang dinilai lebih efisien dan rasional dibandingkan harus membangun tim internal dalam waktu singkat.

Menurutnya, pembentukan kapasitas internal untuk menangani seluruh kegiatan BGN justru lebih memakan biaya, waktu, dan proses recruitment yang tidak instan.

“Sementara itu kebutuhan pelaksanaan program harus segera berjalan. EO hadir sebagai solusi jembatan agar program tetap dapat dieksekusi tanpa mengorbankan kualitas dan waktu,” ucapnya.

Perlu diketahui, BGN dikabarkan telah menunjuk sejumlah perusahaan untuk menjadi EO dalam sejumlah proyeknya. Dalam hal ini, setidaknya terdapat 31 paket penyewaan jasa EO yang diteken dengan total nilai kontrak mencapai Rp113,9 miliar sepanjang pengadaan BGN di tahun 2025. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati