Mitrapost.com – Di tengah konflik geopolitik Timur Tengah yang mempertebal kekhawatiran dunia terhadap stabilitas pangan, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Republik Indonesia (Perum Bulog RI) justru mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Meskipun sejumlah gangguan jalur logistik berpotensi menekan pasokan dan mendorong lonjakan harga pangan di tingkat global, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola oleh Perum Bulog diketahui berada pada capaian 4,7 juta ton dan masih terus bergerak hingga 5 juta ton.
Selain itu, ketersediaan beras di pasar domestik dan sektor HoReCa (Hotel, Restoran, dan Catering) juga tercatat berada pada angka 12 juta ton. Sementara, potensi tanaman padi yang masih belum di panen (standing crop) diprediksi terus memberi kontribusi produksi hingga akhir tahun.
Sejumlah tiga lapisan yang merupakan bentuk dari capaian tersebut termasuk ke dalam gambaran utuh atas sebuah fondasi utama yang memastikan jika kebutuhan pangan di Indonesia telah tercukupi hingga 11 bulan ke depan.
Melansir dari CNBC Indonesia, Menteri Pertanian (Mentan RI), Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Indonesia telah berhasil melakukan upaya antisipatif, jauh sebelum menguatnya tekanan global akibat terjadinya geopolitik Timur Tengah.
“Sejak awal, Bapak Presiden sudah menekankan pentingnya swasembada dan penguatan cadangan pangan. Ini menjadi langkah strategis untuk menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian,” jelas Amran dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis (16/04/2026).
“Cadangan kita saat ini 4,7 juta ton dan terus menuju 5 juta ton. Dengan posisi ini, kebutuhan pangan kita cukup hingga 11 bulan ke depan. Ini adalah bentuk kesiapan Indonesia dalam menghadapi potensi krisis pangan global,” lanjutnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






