Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah atau dibuka melemah 0,41 persen ke level 7.528,34 pada perdagangan Rabu (22/4/2026).
Market diperkirakan masih rawan koreksi. Ketidakpastian global membuat market cenderung wait and see.
Berikut ini 5 saham dengan potensi pergerakan harga signifikan pada Kamis, 23 April 2026.
MEDC – Medco Energi
Saham ini masuk radar broker. MEDC layak menjadi pertimbangan investor karena melihat momentum dari harga minyak dan energi global.
Saham ini berpotensi naik di kisaran 6% – 12% menjadi Rp1.800 — Rp1.900. Fundamental saham ini kuat karena diversifikasi energi (oil & gas) dan kinerja stabil saat komoditas naik.
Didukung harga minyak rebound dan rotasi ke sektor energi. Namun ada risiko volatilitas tinggi dan sensitif isu geopolitik.
BRMS – Bumi Resources Minerals
Saham ini benyak direkomendasikan broker dan merupakan saham gold/metal sehingga diuntungkan dengan kondisi global saat ini.
Saham ini berpotensi naik di kisaran Rp960 — Rp1.000 atau 7% – 15%. Eksposur emas dan potensi peningkatan produksi menjadikan saham ini layak masuk watclist. Didukung BRMS menjadi safe haven saat emas naik dan spekulasi proyek tambang.
Namun ada risiko high risk (volatil) dan pergerakan cepat (cocok trading).
TAPG – Triputra Agro Persada
Saham ini masuk rekomendasi teknikal aktif. Selain itu, sektor CPO mulai rebound. Secara fundamental, produksi sawit stabil dan margin meingkat saat harga CPO naik.
TAPG berpotensi naik di kisaran 5% – 10% atau Rp2.100 — Rp2.200. Didukung harga CPO global naik dan demand ekspor meningkat.
Namun ada risiko fluktuasi harga komoditas dan kebijakan ekspor.
DSNG – Dharma Satya Nusantara
Saham ini sedang ada di area support sehingga ada potensi rebound. Fundamental saham ini stabil. Selain itu, ada diversifikasi (CPO + wood product).
Saham ini berpotensi naik di kisaran 4% – 8% atau Rp1.800 — Rp1.900. Didukung rebound teknikal dan sektor agro kembali dilirik. Namun ada risiko volume belum kuat dan bergantung harga komoditas.
MBMA – Merdeka Battery Materials
Saham ini berpotensi naik 6% – 13% di level Rp770 — Rp820. Saham ini layak masuk watchlist karena momentum sektor nikel & EV. Selain itu, masuk rekomendasi analis sebelumnya.
Secara fundamental, MBMA memiliki exposure ke baterai & nikel dan rowth story jangka panjang. Didukung harga nikel dan narasi kendaraan listrik.
Namun ada risiko spekulatif dan sensitif sentimen global. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






