Mitrapost.com – Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI), Budi Gunadi Sadikin mengungkap sejumlah biaya pengobatan bagi penyakit gagal ginjal yang saat ini menjadi salah satu beban besar bagi keuangan negara, lantaran mencapai hingga kisaran Rp13 triliun.
“Satu penyakit ini menguras Rp13 trilun uang negara, dan biaya yang ditanggung meningkat 400 persen dalam enam tahun terakhir, itu adalah gagal ginjal,” jelas Budi dalam program Budi Gemar Sharing (#BGS) yang ada di reels Instagram resmi @bgsadikin, dikutip dari CNBC Indonesia.
Budi menyebut jika saat ini gagal ginjal justru didominasi oleh usia produktif. Padahal sebelumnya, penyakit ini justru identik dengan kelompok usia lanjut. Menurutnya, hal ini tidak terlepas dari perubahan pola hidup masyarakat terhadap masifnya konsumsi minuman tinggi gula.
Dalam hal ini, Budi menyoroti kebiasaan masyarakat yang saat ini rutin mengonsumsi minuman manis setiap harinya, seperti kopi susu kekinian, es teh, matcha latte, hingga boba milk tea, yang dapat menjadi kontributor utama atas tingginya asupan gula harian.
Jika jenis minuman tersebut dikonsumsi secara terus menerus, kebiasaan tersebut mampu meningkatkan risiko penyakit kronis seperti gagal ginjal, karena kandungan gula dalam satu gelas saja sudah jauh melebihi batas konsumsi harian yang dianjurkan.
Oleh sebab itu, pihaknya secara tegas menekankan masyarakat untuk mengurangi konsumsi gula tambahan, dengan lebih bijak memilik jenis minuman dan beralih ke pola hidup sehat untuk tekan risiko penyakit tidak menular yang kian meningkat di Indonesia.
Tanpa adanya perubahan gaya hidup tersebut, tren peningkatan kasus dan beban biaya yang ditanggung oleh negara diperkirakan akan terus berlanjut. Pasalnya, biaya penyakit katastropik seperti gagal ginjal selama ini menjadi salah satu komponen terbesar pada pengeluaran jaminan kesehatan nasional. (*)

Redaksi Mitrapost.com






