Pati, Mitrapost.com – Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Joni Kurnianto mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) untuk lebih memperhatikan kondisi jalan yang akan dilakukan perbaikan akibat tergenang bencana banjir.
Pada pemaparannya, Joni mengungkapkan terkait perbaikan jalan yang sebaiknya menggunakan sistem cor (beton) daripada aspal, karena dinilai lebih awet, kuat, hingga tidak mudah berlubang meski sering terendam air.
“Jadi juga ada rencana mungkin yang biar awet ada yang di cor, kita hitung nanti supaya kalau aspal kebanyakan cepat hancur,” jelas Joni.
Oleh sebab itu, Joni mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui DPUTR agar lebih mempertimbangkan sistem pengecoran, khususnya bagi ruas jalan dengan kondisi kerusakan yang paling parah.
“Paling tidak gini, ya penting bertahap mana dulu biar ada prioritas,” tambahnya.
Sementara itu, Joni menyebut salah satu perbaikan infrastruktur di Kabupaten Pati yang menggunakan sistem pengecoran seperti jalan dari arah jembatan Sampang yang ada di Desa Tondomulyo menuju Desa Glonggong Kecamatan Jakenan.
Menurutnya, jalan yang ada di jembatan Sampang-Glonggong tersebut mampu dijadikan sebagai contoh perbaikan yang akan dilakukan oleh pihak DPUTR Pati, karena dinilai lebih awet meski sering jadi jalur alternatif utama dan kerap terendam banjir ketika curah hujan tinggi.
Di sisi lain, Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kabupaten Pati, Hasto Utomo menyebut sebanyak 90 titik jalan yang akan diperbaiki sepanjang 2026 dengan anggaran sebesar Rp200 miliar. Adapun, DPUTR telah menetapkan titik prioritas tahap pertama yang meliputi jalan Juwana-Guyangan, depan terminal Pati, Guyangan-Runting, Jaken-Jakenan, Jetak-Guyangan dan Boloagung-Trimulyo. (Adv)

Redaksi Mitrapost.com






