Mitrapost.com – Penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan, Jumat, 24 April 2026 tercatat anjlok hingga sebesar 3,38% ke level 7.129,49. Hal ini ditandai dengan ratusan saham yang melemah dengan seluruh sektor terkoreksi.
Untuk perdagangan Senin, 27 April 2026, IHSG berpotensi bergerak dalam rentang terbatas dengan kecenderungan stabil hingga rebound teknikal, didukung oleh rotasi sektoral dan potensi re-akumulasi pada saham dengan likuiditas tinggi serta fundamental kuat.
BBNI – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Saham perbankan besar kembali menarik untuk dijadikan sebagai tujuan aliran dana, terutama karena likuiditas tinggi dan sensitivitas terhadap masuknya dana asing. Hal ini menjadikan saham ini menutup perdagangannya di angka Rp3.770.
BBNI menunjukkan karakter sebagai saham yang responsif terhadap perubahan sentimen makro, sehingga berpotensi melanjutkan penguatan seiring normalisasi risiko pasar dengan rentang kenaikan Rp3.845 — Rp3.921.
ADRO – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
Sektor energi seperti ADRO disebut memiliki profil defensif dengan arus kas kuat, sehingga cenderung menjadi pilihan saat pasar berada dalam fase konsolidasi dengan bias positif. Jika sebelumnya saham ADRO ini menutup perdagangannya di fase Rp2.510, maka prediksi awal pekan tercatat di rentang fase Rp2.560 — Rp2.635.
MDKA – PT Merdeka Copper Gold Tbk
MDKA berada dalam posisi strategis karena eksposur terhadap logam industri dan emas, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp3.380. Kemudian, saham ini diprediksi mengalami penguatan di rentang fase Rp3.481 — Rp3.549.
Dalam kondisi global yang belum sepenuhnya stabil, kombinasi tersebut memberikan keseimbangan antara pertumbuhan dan defensif, sehingga sahamnya berpotensi mengalami pergerakan signifikan saat terjadi rotasi ke sektor bahan baku.
TLKM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Sebagai saham defensif dengan fundamental kuat, TLKM cenderung menarik dalam fase konsolidasi pasar, dengan penutupannya di angka Rp2.810. Stabilitas pendapatan dan dominasi pasar menjadikannya pilihan logis bagi investor yang mencari keseimbangan antara risiko dan potensi pertumbuhan moderat dengan prediksi fase Rp2.866 — Rp2.922.
ICBP – PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
Sektor konsumsi tetap menunjukkan ketahanan permintaan domestik, terutama pasca periode musiman. Hal ini menjadikannya menutup perdagangan di angka Rp6.825 dan diprediksi mengalami kenaikan dalam rentang fase Rp6.961 — Rp7.098.
ICBP memiliki positioning kuat sebagai produsen barang kebutuhan pokok, sehingga cenderung mendapatkan perhatian saat pasar mengarah pada strategi defensif namun tetap mencari peluang pertumbuhan. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






