Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, Senin, 27 April 2026 dibuka menguat dan menembus level psikologis 7.150 hingga 7.200-an. Pada pukul 09:03 WIB, indeks naik 82,71 poin atau 1,16% ke level 7.212,2.
Zona hijau yang didorong oleh sentimen positif rebalancing indeks berbasis likuiditas dan kualitas distribusi saham ini dianggap aman untuk melakukan transaksi perdagangan saham (trading), berdasar pada metode scalping atau strategi jangka pendek dengan pengambilan keuntungan kecil.
Hal ini sesuai dengan pergerakan harga saham pada hari yang sama. Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh trader adalah memperhatikan buying average saham atau cara pembelian saham yang sama dalam beberapa kali di harga yang beda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).
Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;
- Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
- Mengelola risiko saat pembelian saham
- Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya
Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang cocok untuk scalping!
BBCA – PT Bank Central Asia Tbk
Karena termasuk saham big cap dengan likuiditas sangat tinggi, BBCA menjadi salah satu target aksi jual asing dalam beberapa waktu terakhir, sehingga membuka peluang technical rebound intraday saat IHSG berpotensi menguat hari ini.
Pergerakannya yang aktif namun relatif terstruktur membuat saham perbankan ini sering membentuk range intraday yang jelas, sehingga ideal untuk strategi quick in–out berbasis support–resistance.
BMRI – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Dalam kondisi pasar yang berpotensi rebound, saham ini sering menunjukkan pullback dan breakout cepat dalam satu sesi, sehingga memberikan peluang trading jangka sangat pendek berbasis momentum.
Selain itu, BMRI disebut menarik untuk scalping karena memiliki volatilitas yang sedikit lebih agresif dibanding bank besar lain, terutama saat terjadi rotasi sektor keuangan.
BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Setelah sebelumnya mengalami tekanan jual asing yang cukup besar, BBRI cocok untuk scalping karena memiliki frekuensi transaksi tinggi dan sangat responsif terhadap pergerakan IHSG.
Kondisi ini sering menjadi pemicu terhadap adanya rebound teknikal maupun intraday swing yang cepat, sehingga memberikan banyak peluang entry–exit dalam timeframe pendek.
PTRO – PT Petrosea Tbk
Saham ini diketahui bergerak cepat mengikuti sentimen komoditas dan termasuk dalam kelompok saham yang aktif diburu investor dalam kondisi pasar fluktuatif, sehingga sering menciptakan momentum spike dan pullback intraday.
Kemudian, PTRO juga menarik untuk scalping karena termasuk saham sektor energi dan pertambangan yang pergerakannya sangat dinamis serta sering menjadi perhatian pasar.
CDIA – PT Chandra Daya Investasi Tbk
Sebagai saham infrastruktur yang relatif baru, CDIA cocok untuk scalping karena memiliki volatilitas tinggi serta keterkaitan dengan grup besar (Barito/Prajogo Group), yang sering menarik minat trader.
Pergerakannya cenderung cepat dengan lonjakan volume tinggi, apalagi saham ini sempat mencatat kinerja kuat dan sering bergerak agresif di pasar, sehingga membuka peluang breakout maupun reversal cepat dalam satu sesi. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






