Lulusan Keguruan Membeludak, Pemerintah Disebut Bakal Bersih-bersih Prodi Oversupply

Mitrapost.com – Program studi (prodi) kependidikan/keguruan dan ilmu sosial dinilai kelebihan lulusan. Diketahui, sebanyak 60 persen merupakan lulusan bidang ilmu sosial, sementara paling besar statistiknya merupakan prodi kependidikan.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Badri Munir Sukoco. Ia mengatakan, setiap tahunnya, prodi keguruan mencetak 490 ribu lulusan.

“Keguruan kita meluluskan tiap tahun 490 ribu,” kata Badri baru-baru ini, dikutip CNN Indonesia.

Sementara itu, kebutuhan di lapangan ternyata hanya 20 ribu. Disparitas antara jumlah lulusan yang siap bekerja dengan lowongan di bidang keguruan dinilai menjadi salah satu faktor kurang terserapnya sumber daya manusia (SDM).

“Sementara, kebutuhan untuk lulusan keguruan hanya 20 ribu,” imbuhnya.

Terkait hal ini, Kemdiktisaintek memiliki wacana untuk mengurangi prodi-prodi yang dinilai kurang relevan dengan kebutuhan industri. Pihaknya juga meminta pertimbangan perguruan tinggi untuk memilah prodi mana saja yang perlu ditutup.

“Jadi ini menurut kami di kementerian perlu kebijakan bersama. Kami berharap juga support teman-teman dari PTPK (Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan), tentunya bapak rektor yang ada di sini semuanya, (supaya) ada kerelaan,” ujar Badri.

“Bukan hanya kerelaan, nanti mungkin ada beberapa hal yang harus kami eksekusi dalam waktu yang tidak terlalu lama terkait dengan prodi-prodi, perlu kita pilih, kita pilah, dan kalau perlu ditutup untuk bisa meningkatkan relevansinya,” lanjut dia.

Lebih lanjut, pihaknya berharap agar perguruan tinggi memprioritaskan prodi-prodi yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Terlebih, saat ini Indonesia sedang mengalami bonus demografi atau penduduk usia produktif lebih banyak daripada non produktif.

“Memang saat ini bonus demografi digaungkan di mana-mana, tapi kalau pendidikan tinggi yang diharapkan bisa mengantar untuk kita menjadi negara maju itu tidak kita sesuaikan dengan kebutuhan pertumbuhan ekonomi ke masa depan, tentunya akan tidak match,” kata dia. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati