Nelayan Pati Ancam Bawa Tuntutan ke Pusat Jika BBM Khusus Tak Turun dalam 15 Hari

Pati, Mitrapost.com Nelayan di muara sungai Juwana, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati memberikan waktu 15 hari kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat.

Korlap aksi damai nelayan perikanan tangkap, Muhammad Agung mengatakan bahwa mereka menginginkan tuntutan penurunan harga BBM non subsidi khusus nelayan atau kapal perikanan diatas 30 GT direalisasikan.

Jika dalam waktu 15 hari koordinasi itu tidak membuahkan hasil, nelayan di muara sungai Juwana bakal mengawal secara mandiri tuntutan tersebut hingga ke pemerintah pusat.

“Kita menuntut untuk pemerintah pusat nanti kalau demo tidak terealisasi kita akan kawal sampai ke pemerintah pusat,” kata Agung ditemui di Alun-alun Simpang Lima Pati, Senin (04/05/2026).

Ia mengaku kenaikan harga BBM non subsidi khusus itu mencapai Rp30.000 per liter. Imbas kenaikan itu, nelayan muara Sungai Juwana tidak bisa pergi melaut. Dampak kenaikan itu, dinilai juga berimbas terhadap kapal nelayan yang sudah pergi melaut.

“Kalau yang sudah terlanjur melaut yang dari papua ini pada pulang semua karena BBM sudah habis dan mereka sudah tidak bisa bekerja di laut lagi,” jelasnya.

Setidaknya, Agung mencatat ada sebanyak 1.500 sampai 1.600 kapal nelayan di muara Juwana yang tak bisa melaut.

Agung meminta pemerintah pusat bakal mengakomodir tuntutan nelayan muara Sungai Juwana ini dengan harga BBM non subsidi khusus Rp13.600. Pasalnya, dengan turunnya harga BBM itu bakal berdampak positif terhadap kesejahteraan nelayan. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati