Mitrapost.com – Seorang imam masjid di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi kroban pengeroyokan gegara menegur anak yang main di dalam masjid. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (29/5/2026).
Korban bernama Ahmad (62) awalnya menegur anak-anak yang bermain di dalam masjid sebelum waktu salat Ashar. Ia sempat mengetuk kepala anak-anak tersebut.
“Ada yang naik sepeda di teras, ada yang salto di dalam, bahkan ada yang naik mimbar dan berteriak pakai mic,” ujar korban dilansir dari Kompas.
“Saya hanya ketuk kepalanya satu kali. Saya juga suruh mereka pulang kalau tidak mau shalat,” lanjutnya.
Selesai menunaikan salat jamaah sekitar pukul 15.30 WIB, ia pun pulang ke rumah. Namun sejumlah orang telah menunggunya.
“Setelah saya turun dari masjid dan sampai di rumah, sudah ada ibu-ibu yang menunggu. Mereka marah-marah dan mengancam akan melaporkan saya ke polisi,” ujarnya dilansir dari Kompas.
Mendapat ancaman tersebut, korban mempersilakan mereka untuk menempuh jalur hukum. Namun mereka justru menyerang korban.
“Saya bilang silakan laporkan ke polisi kalau memang saya dianggap salah. Tapi setelah saya bicara begitu, tiba-tiba ada yang menyerang dari belakang,” ujarnya.
Korban mendapatkan pukulan di bagian kepala belakang telinga hingga ia terjatuh. Dalam posisi tersebut, ia juga dipukuli oleh sejumlah orang. Mereka yang melakukan pemukulan lantas melarikan diri.
“Ada sekitar tiga laki-laki dan juga ibu dari anak itu. Mereka terus memukul, bahkan ada yang menggunakan benda keras seperti potongan batu bata,” paparnya.
Akibat kejadian tersebut, ia mendapatkan luka di bagian kepala, hidung, pelipis, dan matanya pun lebam. Ia juga mengaku mengalami gangguan penglihatan.
“Bagian muka saya sampai sekarang masih hitam. Waktu saya terbaring juga sempat diinjak-injak. Sampai sekarang masih terasa nyeri,” paparnya.
Pada malam harinya, sekelompok orang kembali datang dengan sepeda motor teriak di sekitar lorong kediamannya.
“Mereka mencari orang yang katanya memukul temannya saat kejadian. Mungkin ada yang kena saat saya menangkis,” ujarnya.
Kasus ini pun saat ini sedang ditangani pihak kepolisian.
“Kasus ini sedang ditangani oleh pihak kepolisian. Untuk dugaan penganiayaan terhadap imam masjid ditangani oleh Polsek Wara, sementara laporan terkait dugaan penganiayaan terhadap anak ditangani oleh Unit PPA Polres Palopo. Jadi, ini sifatnya saling melapor,” ujar Kasi Humas Polres Palopo, AKP Marsuki. (*)

Redaksi Mitrapost.com






