Mitrapost.com – Indeks pasar saham gabungan (IHSG) per tanggal 12 Mei 2026 dibuka dengan pelemahan di level 6.946,84. Hal ini dipengaruhi oleh tekanan global, yang membuat investor melakukan aksi wait & see selama rebalancing MSCI.
Meski demikian, kondisi pasar terbilang volatile dan agresif. Arahnya cenderung sideways dengan tekanan bearish ringan, namun tetap banyak rebound intraday, sehingga masih memungkinkan scalping untuk mendapat profit cepat dan berulang.
5 Saham Potensial untuk Scalping Hari Ini
BMRI – Bank Mandiri (Persero) Tbk
BMRI merupakan salah satu saham paling aktif diperdagangkan di BEI, serta diminati asing dan institusi, sehingga sangat likuid. Selain itu, fundamental perusahaan kuat didukung dengan laba dan pertumbuhan kredit yang stabil.
Secara teknikal, harga mendekati oversold ringan. Buy saat harga mantul di area EMA20 (support intraday) atau saat volume mulai naik setelah opening dump. Sell dekat resistance harian (saat RSI mendekati 65) atau jika MACD mulai melemah (5–15 menit), karena saatnya ambil profit cepat.
BUMI – Bumi Resources Tbk
BUMI merupakan salah satu saham paling aktif berdasarkan frekuensi transaksi, serta menjadi favorit trader di market spekulatif. Pergerakan harga sangat dipengaruhi sentimen batubara. Harga BUMI sering bergerak ekstrem dan agresif, menunjukkan momentum cepat berubah.
Buy saat breakout high intraday dengan volume besar, atau bisa juga buy on weakness saat RSI <40, lalu mulai rebound. Trader juga bisa Sell cepat saat candle mulai rejection, yang penting jangan hold terlalu lama saat RSI lebih dari 70.
CUAN – Petrindo Jaya Kreasi Tbk
CUAN termasuk saham dengan likuiditas tinggi di sektor energi. Harganya sensitif terhadap sentimen komoditas dan grup konglomerasi. Harga CUAN cepat naik ke area overbought. Polanya mengindikasikan spike.
Buy saat breakout resistance intraday. Entry terbaik biasanya setelah konsolidasi pendek. Selain itu, lakukan Sell saat volume mulai turun dengan ambil profit cepat ketika candle memanjang terlalu ekstrem.
BIPI – Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk
BIPI termasuk saham murah, namun sangat aktif ditransaksikan. Harga saham sangat sensitif terhadap volume trader retail. Buy saat ada akumulasi volume mendadak, dan hindari entry saat sudah auto reject atas berturut-turut. Lakukan Sell bertahap saat volume mulai melemah. Jika gagal breakout, segera exit.
AADI – Adaro Andalan Indonesia Tbk
Fundamental perusahaan didukung sentimen produksi batubara nasional dan IUPK. Likuiditas AADI cukup tinggi dengan spread menengah. Sensitif terhadap harga batubara global. Tren harga masih positif meski market volatile.
Buy near support atau buy on pullback, jangan mengejar breakout terlalu tinggi. Selain itu, Sell dekat resistance intraday. Ambil profit saat RSI mendekati 70. (*)

Redaksi Mitrapost.com






