Potensi Bencana di Pantura Jawa Semakin Besar, Permukaan Tanah Menurun-Air Laut Naik

Mitrapost.com – Kondisi jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa yang membentang sepanjang pesisir utara Pulau Jawa disebut memperlihatkan adanya potensi bencana yang semakin besar. Hal ini dikarenakan permukaan tanah yang setiap tahunnya mengalami penurunan mencapai 15-20 centimeter (cm).

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia (RI), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam rapat koordinasi (rakor) bersama jajaran kementerian, lembaga, serta kepala daerah.

“Telah terjadi penurunan permukaan tanah mulai 15 cm hingga 20 cm per tahun, paling buruk terjadi di Jakarta dan juga di Semarang. Tapi di daerah-daerah lainnya juga terus terjadi land penurunan permukaan tanah,” ujar AHY, dikutip dari CNBC Indonesia.

Selain itu, Pantura Jawa yang selama ini menghubungkan antara Banten-Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta-Jawa Barat-Jawa Tengah-Jawa Timur, ini juga tengah dihadapkan pada kenaikan permukaan air laut akibat dampak dari pemanasan global.

Dalam hal ini, air laut dilaporkan mengalami kenaikan mulai dari 0,8 cm hingga 1,2 cm per tahun. Atas kondisi tersebut, AHY mengungkapkan kemungkinan terburuk jika tidak adanya penanganan serius, maka kondisinya di tahun 2050 akan lebih parah dari saat ini.

“Ini juga mengakibatkan terus mengintainya banjir rob yang bisa menghancurkan properti, merusak rumah-rumah warga dan lain-lain. Ini berpotensi pada terjadinya bencana yang lebih buruk dan fatal,” jelasnya, dikutip Selasa (12/05/2026).

Menurut AHY, permasalahan Pantura Jawa yang tidak segera ditangani dengan baik dapat berimbas pada perekonomian Indonesia. Karena sepanjang 2025, Pantura Jawa telah memberikan kontribusi sebesar 27,53% atau sekitar 368,37 miliar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

“Jika kita memiliki proyeksi yang positif, maka kita harus menangani kondisi Pantura Jawa ini dengan baik dan serius, dijaga jangan sampai terjadi kerusakan lingkungan yang semakin buruk, kita harus bergerak bersama-sama dan kompak agar masalah di Pantura Jawa bisa kita tangani,” katanya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati