Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada perdagangan terakhir Jumat (22/5/2026) di level 6.162,05 atau naik 67,1 (+1,1%).
IHSG saat ini masih berada di fase high volatility usai ada tekanan besar sepanjang pekan ketiga Mei. IHSG juga sempat turun tajam sebelum akhirnya muncul technical rebound tipis.
Peluang rebound jangka pendek mulai terbuka karena market sudah memasuki area oversold ekstrem.
Berikut ini 5 saham yang dinilai berpotensi bergerak signifikan pada Senin, 25 Mei 2026!
- BBCA – Bank Central Asia
Saham ini berpotensi mengalami pergerakah harga siginifikan di kisaran Rp6.200 — Rp6.400 atau naik 5% – 9%.
Hal itu didasarkan pada fundamental BBCA sebagai bank dengan kualitas aset terbaik di Indonesia. Kemudian CASA tinggi dan profitabilitasnya stabil. Saham ini juga sering menjadi incaran rebound asing saat market panic.
Didukung oversold rebound sektor perbankan dan valuasi mulai menarik setelah koreksi besar. Namun tetap ada risiko sangat sensitif terhadap foreign outflow dan tekanan suku bunga.
- PGAS – Perusahaan Gas Negara
Fundamental PGAS merupakan utilitas energi dengan cash flow stabil dan didukung kebutuhan gas industri domestik.
Saham ini berpeluang naik di kisaran Rp1.900 — Rp2.000 atau naik 6% – 11%. Saham ini juga direkomendasikan sejumlah sekuritas saat market volatile. Selain itu, sektor energi defensif mulai dilirik.
Namun ada risiko sensitif harga energi global dan margin distribusi.
- ANTM – Aneka Tambang
ANTM memiliki exposure ke emas dan nikel. Secara fundamental komoditas masih solid jangka panjang.
Potensi kenaikan saham ini berkisar Rp3.300 — RP3.500 atau 7% – 14%. Didukung safe haven emas dan adanya potensi rebound sektor tambang setelah oversold.
Namun ada risiko volatilitas tinggi dan sensitif harga komoditas global.
- CPIN – Charoen Pokphand Indonesia
CPIN menjadi pemimpin sektor poultry & consumer food dengan permintaan domestik yang stabil. Didukung consumer devensif yang mulai aktif dan recovery margin sektor poultry.
Potensi kenaikan saham ini mencapai 5% – 10% di kisaran Rp4.600 — Rp4.800. Namun ada risiko harga bahan baku pakan dan margin fluktuatif.
- AKRA – AKR Corporindo
Saham ini berpotensi naik 5% – 9% di kisaran Rp1.400 — Rp1.500. Sebagai perusahaan yang bergerak di distribusi energi dan kawasan industri, AKRA memiliki cash flow yang stabil.
Didukung saham defensif saat market volatile dan momentum rebound infrastruktur dan logistik. Namun ada risiko pertumbuhan moderat dan sensitif terhadap perlambatan ekonomi. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com





