Pengamat Transportasi Tanggapi Wacana Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara dan Adisutjipto

Mitrapost.com – Wacana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat dan Bandara Adisutjipto Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menghadirkan sejumlah pandangan yang cukup bertolak dari pemerintah maupun ahli.

Di saat Pemerintah Daerah (Pemda) menyambut baik adanya wacana tersebut, ahli wacana justru menyebut terkait dengan timbulnya sejumlah kendala termasuk dengan kedua bandara tersebut yang memiliki urgensi berbeda.

Menurut Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno, Bandara Husein Sastranegara masih dapat dibuka kembali secara terbatas dengan tujuan untuk memberikan dukungan terhadap perekonomian dan pariwisata.

Sementara itu, Bandara Adisutjipto tidak perlu dilakukan reaktivasi lantaran secara resmi telah tergantikan oleh Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Palihan, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, DIY.

“Jadi menurut saya, kalau di Jogja reaktivasi itu tidak perlulah karena sudah ada penggantinya yang jauh lebih baik. Kalau Bandung ya untuk sementara waktu saja dan tetap diarahkan ke Kertajati, berkorban dulu di akses Kertajati agar orang mau pindah,” ujar Djoko, dikutip dari Detik.

Dalam hal ini, Djoko yang juga merupakan seorang akademisi teknik sipil di Unika Soegijapranata Semarang menilai jika salah satu kendala utama Bandara Kertajati terletak pada pengelolaannya yang berada di bawah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Barat.

Hal tersebut membuat Bandara Kertajati tidak dapat memiliki jaringan maskapai yang kuat sehingga membuat sulitnya mengalami perkembangan meski mendapatkan sejumlah fasilitas yang baik.

Kemudian, pihaknya juga menyarankan jika Bandara Husein Sastranegara direaktivasi lagi, maka penerbangan haruslah difokuskan pada rute luar Jawa lantaran yang di dalam dianggap kurang kompetitif karena masyarakat lebih banyak memilih perjalanan darat.

“Seandainya mau reaktivasi, nanti penerbangannya jangan untuk rute di dalam Jawa. Ke luar Jawa saja, jadi arahkan ke luar Jawa, umpamanya Bandung-Medan atau ke Malaysia,” katanya, dikutip Kamis (04/06/2026). (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati