Pengusaha Asal Sukabumi Protes, Investasi Rp218 Miliar ke BGN Tapi Tak Ada Kejelasan

Mitrapost.comPengusaha asal Sukabumi, Jawa Barat protes lantaran uang Rp218 miliar lebih yang diinvestasikan ke Badan Gizi Nasional (BGN) tak ada kejelasan.

Pengusaha tersebut bernama Mujazin. Ia mengaku memberikan dana talangan untuk proyek dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) perintis. Total uang yang disetorkan mencapai Rp218 miliar 250 juta.

Dalam konferensi pers yang dilakukan Yayasan Kharisma Cendikia Indonesia (KCI), Mujazin mengaku telah menjalin nota kesepahaman dengan BGN bernomor 02/MoU.02/IX/2025 tertanggal 2 September 2025.

MoU tersebut memuat 97 titik dapur perintis yang akan diserahkan kepada investor yang menyerahkan sejumlah uang.

“Jadi, total uang sebagaimana tertulis, sebagai kontrak Rp 218 miliar 250 juta. Kemudian, dibayarkan secara tahap satu itu Rp62 miliar 250 juta rupiah. Dibayarkan dalam bentuk cash, transfer, dan lain sebagainya. Itu dibayarkan ke Badan Gizi Nasional,” ujar Kuasa Hukum Investor, Ahmad Yazdi dilansir dari Kompas.

Sisanya, uang komitmen dibayarkan dengan cek sebesar Rp99 miliar dan R 66 miliar. Namun setelah uang disetor, hingga kini tak ada penyerahan dapur MBG kepada investor tersebut.

“Faktanya zonk, para pemimpin BGN saling lempar, ada yang bilang ini bodong. Kami berharap sekali Bapak Presiden jangan abai. Di momentum bersih-bersih hari ini, tolong diselesaikan dapur pertamanya,” terangnya.

Pihaknya kini baru buka suara lantaran pihak BGN mengaku tak tahu perihal dana tersebut dan seolah cuci tangan.

“Jadi, uang klien kami dipakai sebagai dana talang untuk membayar vendor-vendor yang membangun (dapur) pada 2024. Jadi, cuma Pak Haji (kliennya) doang sekarang yang teriak karena vendor-vendor yang lain sudah dibayar semua sama beliau,” paparnya.

Mujazin menyebut, ia menjadi investor karena awalnya diminta oleh Lodewyk Pusung. Ia pun melunasi utang vendor-vendor karena dijanjikan yayasannya bisa mengelola dapur perintis.

“Itu rinciannya semua ada di BGN, Pak Pusung minta saya untuk menyelesaikan itu dengan janji, Nanti yayasan kami yang akan mengelola dapur Kodim itu, sebagai secara ekonominya bahwa untuk menyelesaikan pembangunan itu, nanti yayasan kami yang menerima insentifnya, gitu-lah,” jelasnya.

Uang pun ia serahkan pada pertengahan 2025. Ia mengaku dijanjikan dua minggu setelah penyerahan dan utang vendor selesai, yayasan miliknya bisa mengelola dapur perintis.

“Tapi, kenyataannya, kami (tidak) tahu persis bahwa dapur ini (sekarang) dikelola oleh yayasan-yayasan yang kami enggak tahu siapa itu di belakangnya,” paparnya.

Sementara itu, Kepala BGN, Nanik S Deyang mengaku tidak mengetahui kasus ini.

“Saya enggak tahu, kan saya baru masuk akhir September tahun 2025,” ujarnya melalui pesan singkat. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati