Pemkot Semarang Komitmen Dukung Ekosistem Kreatif

Semarang, Mitrapost.comPemerintah Kota (Pemkot) Semarang berkomitmen mendukung ekosistem kreatif termasuk perfilman.

Hal itu disampaikan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng. Menurutnya, film memiliki kekuatan besar dalam membangun karakter, menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan, dan bisa juga menjadi sarana mengenalkan wajah kota kepada masyarakat luas.

Ia pun berharap Semarang tak hanya maju dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonominya, namun juga dapat menjadi kota lahirnya karya-karya kreatif dan menginspirasi.

“Semarang tidak hanya ingin dikenal sebagai kota yang maju secara fisik, tetapi juga sebagai kota yang memberi ruang bagi lahirnya karya-karya kreatif yang menginspirasi. Kami ingin Semarang menjadi rumah yang nyaman bagi para sineas untuk bercerita, berkarya, dan menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat,” ujar Agustina.

Salah satu karya kreatif yang lahir di Semarang yaitu film “Jangan Buang Ibu” karya Hadrah Daeng Ratu. Film tersebut mengisahkan perjuangan ibu tunggal yang mengorbankan hidupnya demi membesarkan tiga anak.

Mengambil hikmah dari film tersebut, Agustina mengajak masyarakat untuk melihat sosok ibu yang selama ini terlupakan di tengah kesibukan hidup. Dalam era modern, hubungan keluarga kerap tergerus oleh rutinitas dan tuntutan zaman.

“Kadang kita terlalu sibuk mengejar masa depan hingga lupa kepada orang yang sejak awal selalu memperjuangkan masa depan kita. Ibu tidak pernah berhenti mencintai, mendoakan, dan menunggu anak-anaknya pulang. Film ini mengingatkan kita untuk tidak terlambat menunjukkan kasih sayang kepada orang tua,” ujar Agustina.

Bagi Agustina, kisah dalam film tersebut tak hanya cerita di layar lebar, namun cerminan realitas yang terjadi di sekitar masyarakat.

“Di zaman ketika kita bisa menghubungi siapa pun dalam hitungan detik, justru jangan sampai kita kehilangan kedekatan dengan orang-orang yang paling kita cintai. Kehadiran dan perhatian sering kali menjadi hadiah terbesar bagi orang tua,” katanya.

Lebih lanjut, kota yang kuat menurutnya juga dibangun oleh keluarga yang kuat, masyarakat yang memiliki empati, dan budaya yang terus hidup melalui karya-karya kreatif.

“Ketahanan kota berawal dari ketahanan keluarga. Dan dalam keluarga, ibu sering menjadi fondasi utama yang menjaga kasih sayang, pendidikan karakter, dan nilai-nilai kehidupan. Karena itu, memuliakan ibu sesungguhnya adalah bagian dari membangun peradaban,” ujarnya. (Adv)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati