Dampak Banjir Rob di Tayu, DPRD Pati Sebut Petambak Ikan Merugi

Pati, Mitrapost.com Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyebut petambak ikan di wilayah Tayu utamanya yang dekat dengan pesisir merugi karena banjir rob yang melanda.

Diketahui, salah satu tambak yang terdampak banjir rob adalah tambak milik warga Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu. Selain itu, banjir rob juga menggenangi permukiman warga RT 05 RW 01 yang dekat dengan pesisir pantai.

Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Eko Kuswanto mengatakan, dampak banjir itu membuat petambak ikan merugi dan ekonomi masyarakat setempat menjadi tersendat.

“Saya prihatin. Pagi-sore warga Tunggulsari bergulat dengan air rob. Tambak nila hancur, ekonomi warga lumpuh. Ini sudah dua tahun tanpa kepastian,” ujar dia.

Untuk menangani banjir rob itu, menurutnya pemerintah perlu membuat tanggul di pesisir pantai dengan kualitas yang kuat.

“Tidak ada cara lain. Pemerintah harus membuat tanggul. Kalau tanggul kokoh, air pasang tidak akan masuk,” terang dia.

Sebagai upaya menekan kerugian hasil panen ikan di tambak, dia memberikan saran untuk petambak memasang jaring melingkar. Langkah itu, menurutnya dapat mencegah ikan lepas.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa pemasangan jaring itu hanya untuk meminimalkan kerugian. Penyelesaian permanen tetap berada di tangan pemerintah lewat pembangunan tanggul.

Berdasarkan data dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, ada 436,65 hektar tambak ikan yang terdampak banjir rob. Ratusan hektar itu berada di Desa Margotuhu Kidul, Desa Semerak, dan Desa Margoyoso di Kecamatan Margoyoso.

Kemudian, Desa Jepat Kidul, Desa Margomulyo, Desa Keboromo, Desa Tunggulsari, Desa Sambiroto, Desa Jepat Lor di Kecamatan Tayu juga terdampak banjir rob. (Adv)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati