Pati, Mitrapost.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyoroti angkot yang saat ini sudah mulai sepi penumpang.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Sebagai salah satu solusi, ia pun mendorong agar pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati dapat menjalin kerja sama dengan para sopir angkot dengan memberdayakan angkot yang ada di desa sebagai transportasi sekolah.
“Prihatin banget, makanya Dishub juga mencoba memakai angkot-angkot mungkin sudah berkurang penumpangnya. Ini kita mencoba kerja samanya dengan pemerintah daerah seperti kabupaten lainnya. Sehingga bisa digunakan untuk antar jemput anak-anak sekolah,” ujar politisi dari Partai Demokrat tersebut.
Selain itu, penggunaan angkot desa dinilai dapat mengurangi kepadatan jalan. Aksi kebut-kebutan yang biasanya dilakukan para pelajar harapannya juga ikut berkurang.
Terlebih, banyak pelajar yang menggunakan kendaraan bermotor di jalan raya namun belum memiliki surat izin mengemudi (SIM).
“Jadi memang itu terjadi di semua kecamatan di Pati, anak-anak sekolah ini mayoritas tidak punya SIM, tidak pakai helm, kadang-kadang ngebut itu yang bahaya,” terangnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati, Andreas Frans Indarta mengatakan bahwa saat ini pihaknya baru memiliki satu bus sekolah dengan rute Margoyoso-Pati yang dipergunakan untuk antar-jemput anak Sekolah Luar Biasa (SLB).
“Komisi C beliau menyambut baik bahwa kami mempunyai program untuk angkutan anak sekolah yang saat ini memang Dinas Perhubungan Kabupaten Pati baru mempunyai satu kendaraan operasional penjemputan anak-anak sekolah,” jelas dia. (Adv)

Redaksi Mitrapost.com




