Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk perdagangan Kamis, 18 Juni 2026, dibuka melemah sebesar 28,85 poin atau turun 0,46% ke level 6.191,89, karena investor cenderung waspada menanti pengumuman pasar modal dan sentimen global.
Meski traffic ditandai dengan zona merah, aktivitas pembelian saham (trading) bagi pelaku yang ingin bertransaksi tetap dapat dijalankan sebagaimana mestinya, sekalipun menggunakan metode scalping atau jangka pendek.
Justru, metode ini dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk melakukan transaksi di tengah kondisi tersebut, karena tingginya volatilitas ketika pasar menurun justru dapat dijadikan sebagai peluang profit asalkan dilakukan dengan cara disiplin dan penuh strategi tepat.
Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh pelaku (trader ) adalah memperhatikan buying average saham, yaitu cara pembelian saham yang sama selama beberapa kali pada harga yang berbeda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).
Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;
- Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
- Mengelola risiko saat pembelian saham
- Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya
Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang cocok untuk scalping!
TPIA – PT Chandra Asri Pacific Tbk
Ketika IHSG dibuka turun, saham berkapitalisasi besar dengan volatilitas yang cukup aktif, terutama saat pasar sedang mengalami tekanan seperti TPIA, sering mengalami pergerakan cepat akibat aksi jual awal yang kemudian diikuti pembelian pada area support intraday.
Likuiditas yang tinggi dan sensitivitas terhadap sentimen sektor petrokimia membuat TPIA menarik untuk strategi pullback maupun technical rebound jangka pendek.
DSSA – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
Dalam kondisi pasar melemah, saham berkarakter pergerakan yang agresif dengan volatilitas tinggi seperti DSSA sering mengalami penurunan tajam yang kemudian memicu rebound cepat ketika muncul aksi beli spekulatif. Perubahan harga yang besar dalam satu sesi membuat DSSA cocok bagi trader yang mencari peluang price swing cepat.
CUAN – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk
Ketika IHSG melemah, saham dengan volatilitas tinggi yang sering menjadi fokus trader saat sektor energi dan pertambangan aktif diperdagangkan seperti CUAN, tetap mampu menciptakan pergerakan harga agresif karena tingginya minat spekulatif dan sensitivitas terhadap sentimen komoditas, sehingga menarik untuk strategi momentum spike maupun quick reversal intraday.
BREN – PT Barito Renewables Energy Tbk
Dalam kondisi IHSG yang menurun, saham BREN sering mengalami volatilitas tinggi dengan pergerakan cepat dua arah, sehingga membuka peluang bagi trader untuk memanfaatkan oversold bounce maupun breakout jangka pendek.
Aktivitas transaksi yang tinggi juga mendukung strategi masuk-keluar cepat. Selain itu, BREN juga cocok untuk scalping karena pergerakannya sangat responsif terhadap sentimen pasar dan saham-saham grup Barito.
BRMS – PT Bumi Resources Minerals Tbk
Saat IHSG melemah, minat terhadap saham berbasis komoditas sering meningkat sehingga BRMS dapat mengalami lonjakan volume dan volatilitas intraday yang tinggi.
Pergerakan harga yang cepat dan sering membentuk rebound pendek membuat saham ini cocok untuk strategi scalping berbasis momentum. Kemudian, BRMS menarik untuk scalping karena bergerak di sektor tambang emas yang cenderung aktif ketika pasar mengalami ketidakpastian. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com



