Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat terbatas pada perdagangan Selasa, 23 Juni 2026.
Pelaku pasar masih menunggu hasil MSCI Annual Market Classification Review yang akan diumumkan setelah penutupan pasar global pada 23 Juni waktu Eropa (24 Juni WIB), sehingga volatilitas diperkirakan meningkat, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Sementara itu, tekanan geopolitik global dan pergerakan harga komoditas masih menjadi faktor yang memengaruhi sentimen.
Berikut 5 saham berpotensi bergerak signifikan Selasa, 23 Juni 2026 besok.
- BBRI – Bank Rakyat Indonesia Tbk
Saham ini berpotensi naik 6%–11% atau di kisaran Rp3.100 — Rp3.300. Secara fundamental, BBRI menjadi pemimpin pembiayaan UMKM nasional, ROE tinggi dengan kualitas kredit yang tetap terjaga, dan dividend yield menarik.
Didukung BBRI menjadi pilihan utama saat sektor perbankan kembali diakumulasi. Likuiditas tinggi dan relatif defensif. Namun ada risiko sensitif terhadap foreign outflow dan potensi profit taking.
- BMRI – Bank Mandiri Tbk
Saham ini berpotensi naik 6%–10% di kisaran Rp4.600 — Rp4.700. BMRI merupakan bank BUMN terbesar berdasarkan aset, pertumbuhan laba dan kredit masih solid, dan valuasi masih menarik.
Didukung BMRI menjadi saham favorit investor institusi dan momentum teknikal masih positif. Namun ada risiko volatilitas akibat sentimen global dan perubahan ekspektasi suku bunga.
- AMMN – Amman Mineral Internasional Tbk
Saham ini berpotensi naik 8%–15% di kisaran Rp4.100 — Rp4.400. AMMN merupakan produsen tembaga dan emas terbesar di Indonesia. Kemudian ada prospek jangka panjang didukung permintaan logam untuk transisi energi.
Didukung harga tembaga relatif stabil dan momentum teknikal masih berada dalam tren naik. Namun ada risiko fluktuasi harga komoditas global. Volatilitas tinggi karena kapitalisasi besar.
- JSMR – Jasa Marga (Persero) Tbk
JSMR berpotenis naik 6%–12% di kisaran Rp4.100 — Rp4.400. Pendapatan tol meningkat seiring pertumbuhan lalu lintas kendaraan menjadi hal positif bagi JSMR. Kemudian arus kas operasional stabil.
Saham ini direkomendasikan beberapa analis sebagai saham rebound jangka pendek. Kemudian momentum teknikal mulai membaik. Namun ada risiko kenaikan suku bunga dapat memengaruhi valuasi dan ada potensi aksi ambil untung.
- INTP – Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
Saham ini berpotensi naik 7%–13% di kisaran Rp4.300 — Rp4.500. Secara fundamental, neraca keuangan sangat sehat. Kemudian prospek membaik seiring peningkatan proyek infrastruktur.
Didukung adanya momentum teknikal menunjukkan peluang rebound. Kemudian volume transaksi mulai meningkat. Namun ada risiko permintaan semen belum pulih sepenuhnya dan persaingan industri yang ketat. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






