Mitrapost.com – Kondisi pasar saham menjelang akhir bulan berada dalam fase rebound dan masih volatil. Market menunjukkan bullish ringan, namun belum ada tren kenaikan kuat dan masih dibayangi dengan arus dana asing yang belum stabil.
Kondisi ini turut dipengaruhi oleh tekanan pasca-rebalancing indeks global dan perubahan ekspektasi suku bunga. Saham bank besar dan perusahaan konglomerasi masih menjadi pusat transaksi akhir-akhir ini.
Bagi Anda yang ingin melakukan trading saham, jangan terlalu lama menahan posisi karena masih rawan fake breakout. Lakukan trading intraday (scalping) dengan fokus saham yang likuid, volume besar, dengan target profit 1-3 persen.
Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
TPIA termasuk saham yang memiliki likuiditas tinggi. Fundamentalnya didukung sentimen sektor petrokimia dan grup konglomerasi yang masih aktif diperdagangkan pasca rotasi pasar. Sementara secara teknikal, harga TPIA berada di area yang ideal dan masih ada ruang untuk kenaikan lanjutan.
Buy saat pullback ke EMA20 saat volume mengecil. Ini menunjukkan pembeli masih dominan, sementara harga ‘istirahat’ sebelum berpotensi lanjut naik. Setelahnya, Sell dekat resistance intraday atau saat harga mendekati overbought (RSI: mendekati 70).
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
Fundamental BBRI menunjukkan likuiditas tinggi, didukung kondisi sektor perbankan yang masih menunjukkan pertumbuhan kredit dan ketahanan modal yang kuat. Harga saham memberi sinyal perubahan momentum atau rebound sehat.
Buy saat harga memantul dari support intraday, kemudian sell saat mendekati resistance atau volume mulai melemah. Dengan ini, trader bisa ambil profit saat harga mendekati area kenaikan, kemudian lepaskan saat aktivitas pembeli mulai melemah.
Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
AMMN memiliki likuiditas tinggi, serta sangat sensitif terhadap sentimen komoditas dan pergerakan dana asing. Harga berada di area netral dengan momentum masih aktif. Buy saat breakout resistance intraday dengan volume meningkat, lalu Sell secara bertahap saat harga mulai overbought atau muncul candle rejection.
Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
BMRI termasuk saham yang likuid, didukung sektor perbankan yang tetap menjadi penopang utama transaksi pasar Indonesia. Secara teknikal, harga BMRI berpotensi bullish moderat. Buy saat pullback sehat ke EMA20, lalu Sell dekat resistance harian atau saat volume mulai turun.
Barito Pacific Tbk (BRPT)
BRPT menjadi salah satu saham yang aktif diperdagangkan saat rotasi ke saham grup konglomerasi. Secara teknikal, harga BRPT menunjukkan bullish kuat, namun mulai rawan profit taking. Buy saat pullback pendek setelah breakout, lalu Sell bertahap saat RSI mulai terlalu tinggi atau volume melemah. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






