Pemerintah Bebaskan Bea Masuk 0% untuk Impor LPG, Bahan Baku Plastik dan Suku Cadang Pesawat

Mitrapost.com – Pemerintah Republik Indonesia (RI) memberikan fasilitas pembebasan bea masuk menjadi 0% bagi sejumlah komoditas strategis seperti impor liquefied petroleum gas (LPG), bahan baku plastik dan suku cadang pesawat.

Dalam hal ini, kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari penjagaan terhadap daya saing industri di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global.

Melansir dari Detik Finance, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa kebijakan tersebut termasuk dalam stimulus ekonomi yang akan diberikan pada semester II-2026.

“Arahan Bapak Presiden, dengan ketidakpastian situasi, pemerintah memberikan insentif untuk impor LPG dan bahan baku plastik. Pemerintah menetapkan bea masuk 0% untuk impor LPG bagi industri petrokimia,” jelas Airlangga, dikutip Rabu (24/06/2026).

Kemudian, Airlangga juga menilai bahwa pembebasan bea masuk LPG ini nantinya akan memberikan mamfaat ekonomi hingga sebesar Rp2,25 triliun, yang didapat melalui penurunan biaya produksi industri terkait dan efek berganda terhadap perekonomian.

“Dengan ini diharapkan bisa meningkatkan nilai manfaat bagi sektor ekonomi sebesar Rp2,25 triliun berupa pengurangan cost bagi industri terkait dan efek berganda yang bisa didorong,” ujarnya dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat.

Selain itu, Pemerintah RI juga melakukan pembebasan bea masuk impor bahan baku plastik menjadi 0%, dengan harapan dapat membantu menjaga stabilitas harga barang konsumsi dan menekan angka inflasi.

“Pemerintah mengharapkan dengan adanya tarif 0% untuk bahan baku plastik ini juga akan membantu terkait inflasi, terutama karena hampir seluruh kemasan makanan dibungkus dengan plastik, sambil kita menunggu perkembangan situasi,” katanya.

Sementara di sektor transportasi udara, Pemerintah RI mendorong adanya pembebasan bea masuk untuk impor suku cadang pesawat, yang ditujukan untuk menguatkan daya saing industri penerbangan nasional sekaligus mendukung industri maintenance, repair and overhaul (MRO).

“Selanjutnya pemerintah juga terus mendorong untuk impor suku cadang pesawat diturunkan menjadi 0%. Ini untuk mendukung industri penerbangan dan industri MRO agar daya saingnya dapat lebih ditingkatkan,” ucapnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati