Kementerian ESDM Siapkan CNG untuk Alternatif Pengganti LPG 3 Kg, Target Produksi Bulan Juli

Mitrapost.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (RI) tengah melakukan persiapan terkait dengan penggunaan Compressed Natural Gas (CNG), sebagai sebuah energi alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) tabung 3 kilogram (kg).

Dalam hal ini, Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa total konsumsi LPG secara nasional mengalami ketimpangan dengan produksi dalam negeri. Di tengah total konsumsi yang mencapai 8,5 juta ton, produksi LPG hanya 1,8-1,9 juta ton per tahun, sementara sisanya diimpor.

“Selebihnya kita impor. 75% sampai 80% impor. Kenapa LPG kita cuma 20% dari total kapasitas konsumsi kita? Karena memang bahan bakunya itu C3 C4. Gas kita melimpah, tapi gas kita itu C1 C2,” ujar Bahlil di Jakarta Pusat, dilansir dari Detik Finance.

Oleh sebab itu, Pemerintah RI tengah melakukan pengalihan fokus pada gas bumi berjenis C1 dan C2, untuk dapat diolah menjadi CNG.

Pada penjelasannya, Bahlil mengatakan bahwa pemilihan gas bumi berjenis C1 dan C2 didasarkan pada cadangannya yang tercatat sangat melimpah di Indonesia, seperti temuan cadangan gas raksasa (giant discovery) di Provinsi Kalimantan Timur dengan potensi 5 triliun kaki kubik.

“Ditambah 2 TCF, serta konsentrat yang setara dengan 200.000 barel minyak. Itu di 2028-2029 produksinya itu bisa mencapai 3.000 MM. Sementara untuk meng-cover konsumsi LPG kita tidak lebih dari 800 MM. Jadi, surplusnya banyak sekali,” katanya, dikutip Jumat (26/06/2026).

Meski demikian, Bahlil mengatakan bahwa penggunaan CNG bukanlah suatu hal yang baru. Sebelumnya, pemanfaatan CNG berukuran 12 kg dan 50 kg telah digunakan di industri hotel, restoran, maupun kafe.

Maka dari itu, pelaksanaan uji coba penggunaan CNG dengan tabung 3 kg saat ini dilaporkan telah memasuki tahap ketiga bersama dengan PT Pertamina (Persero).

“Cuma untuk rakyat kita di bawah yang dikenakan subsidi itu adalah harus pakai tabung yang 3 kg, tekanannya itu 200 sampai 250 bar. Nah, ini yang kita sekarang lagi uji coba dia pakai valve,” jelasnya.

“Nanti kompornya tidak perlu diganti kompor langsung, dan itu bisa menahan peledakan dan kebakaran. Itu sudah sekarang lagi diuji. Sekarang kita lagi uji tahap ketiga mudah-mudahan bulan Juli sudah bisa produksi,” tambahnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati