Alami Tekanan, Pergerakan IHSG Esok Hari Diperkirakan Rotasi ke Saham dengan Fundamental Kuat

Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan sesi pertama perdagangan Senin, 29 Juni 2026, tercatat melemah sebesar 0,97 persen atau 57,18 poin ke level 5.838,94. Dalam hal ini, mayoritas sektor saham tertekan dengan sektor keuangan yang menjadi beban terbesar.

Untuk perdagangan Selasa (30/06/2026), IHSG diperkirakan tetap bergerak selektif dengan peluang terjadinya rotasi ke saham yang memiliki fundamental kuat, likuiditas tinggi, dan belum mengalami kenaikan berlebihan dibanding sektor lainnya.

BMRI – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Koreksi IHSG yang terjadi pada sesi pertama tercatat lebih banyak dipengaruhi sentimen pasar secara umum dibanding perubahan prospek fundamental perusahaan. Sementara, BMRI layak menjadi perhatian karena sektor perbankan cenderung menjadi tujuan pertama ketika tekanan pasar mulai mereda, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp3.990.

Dengan likuiditas yang tinggi dan perannya sebagai salah satu konstituen utama IHSG, BMRI berpeluang memperoleh kembali arus dana institusi apabila terjadi technical rebound pada perdagangan berikutnya, dengan kisaran Rp4.070 — Rp4.229.

BREN – PT Barito Renewables Energy Tbk

Diketahui, BREN masih menjadi salah satu saham dengan pengaruh terbesar terhadap arah indeks. Meski volatilitasnya relatif tinggi, aktivitas perdagangan yang konsisten menunjukkan minat pelaku pasar belum surut, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp3.350.

Dalam kondisi pasar yang sedang melakukan rotasi, saham berkapitalisasi besar dengan likuiditas tinggi seperti BREN sering menjadi pilihan utama karena lebih mudah menyerap kembali aliran dana ketika sentimen membaik, dengan kisaran Rp3.484 — Rp3.685.

TPIA – PT Chandra Asri Pacific Tbk

Pelemahan pasar secara umum dapat membuka peluang akumulasi pada saham yang masih didukung prospek ekspansi industri dan investasi hilirisasi seperti TPIA, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp1.795.

Selama volume transaksi tetap terjaga, TPIA dengan karakter pergerakan aktif dan sering menjadi pemimpin ketika terjadi pemulihan pada kelompok saham siklikal, berpotensi mencatat pergerakan lebih kuat dibanding rata-rata saham sektor industri dasar, dengan kisaran Rp1.867 — Rp1.956.

ANTM – PT Aneka Tambang Tbk

Saat pasar berada dalam fase konsolidasi, saham berbasis komoditas dengan fundamental yang jelas seperti ANTM sering kali mampu mempertahankan minat beli lebih baik dibanding sektor yang sensitif terhadap perlambatan ekonomi, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp2.710.

Selain itu, ANTM tetap menarik karena didukung tema hilirisasi mineral dan eksposur terhadap komoditas logam yang masih menjadi perhatian investor. Potensi rotasi ke sektor bahan baku juga dapat menjadi katalis tambahan bagi ANTM, dengan kisaran Rp2.791 — Rp2.927.

KLBF – PT Kalbe Farma Tbk

Diketahui, KLBF menjadi pilihan defensif yang relevan ketika IHSG berada dalam tren melemah. Karakter bisnis yang stabil membuat saham ini relatif lebih tahan terhadap fluktuasi pasar dibanding banyak sektor lainnya, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp790.

Selain itu, rotasi dana menuju saham defensif menjelang penutupan semester merupakan pola yang cukup umum ketika investor mengurangi eksposur terhadap saham dengan volatilitas tinggi. Dalam kondisi tersebut, KLBF memiliki peluang untuk menunjukkan kinerja relatif lebih baik, dengan kisaran Rp806 — Rp845. (*)

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati