Pati, Mitrapost.com – Program beasiswa dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dikabarkan belum cair selama tiga bulan sejak April 2026. Beasiswa tersebut diperuntukkan kepada mahasiswa yang kurang mampu.
Program beasiswa itu diketahui bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jateng, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan sejumlah perusahaan lainnya.
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah mencari solusi terkait masalah belum cairnya beasiswa tersebut.
“Ada beberapa perusahaan juga yang tahun ini tidak memberikan CSR-nya, ini kan harus kita gali lagi dari mana anggarannya,” ujar Chandra.
Alternatif solusi yang didapatkan yakni menyiapkan anggaran di APBD Perubahan 2026. Pasalnya, dia tidak memiliki kewenangan memaksa perusahaan memberikan CSR kepada Pemkab Pati.
“Pasti nanti di agenda perubahan kita anggarkan dari APBD. Karena kita tidak bisa memaksa perusahaan untuk memberikan CSR kepada kita, CSR inikan hukumnya tidak wajib,” jelasnya.
Menurut Chandra, ada sejumlah perusahaan yang memberikan CSR. Tercatat, pabrik di Trangkil dan Bank Jateng telah bersiap memberikan CSR-nya kembali.
“Juifa kemarin masih belum ada jawaban tahun ini, yang sudah ada jawaban pabrik Trangkil sama BPD Jateng, nanti dari Baznas juga akan memberikan,” ujarnya.
Meskipun tiga bulan beasiswa tersebut belum cair, pihaknya tetap optimis bahwa program tersebut bakal terus berjalan dan tidak berhenti.
“Kita jalankan, tidak berhenti, cuman ini kan perusahaan tak tagih misalkan (kamu CSR), kan belum tentu tahun ini bisa memberikan CSR sama dengan tahun yang kemarin,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com







