Mitrapost.com – Memastikan tidak adanya upaya pemutusan hubungan kerja (PHK), PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) justru membuka lowongan massal yang ditujukan untuk penggenjotan produktivitas hingga memastikan seluruh tanaman kelapa sawit dapat dikelola secara optimal.
Melansir dari IDNTimes, pernyataan tersebut secara resmi disampaikan oleh Direktur Utama (Dirut) PT Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).
PT Agrinas Palma Nusantara merupakan bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor perkebunan kelapa sawit dan konsultan konstruksi, yang berfokus pada dukungannya terhadap swasembada pangan dan energi nasional melalui pengelolaan lahan seluas 1,72 juta hektare.
“Ini informasi penting bahwa Agrinas itu bukan melakukan PHK, justru kami akan merekrut banyak pekerja, karena untuk meningkatkan produktivitas kami harus memastikan seluruh tanaman dikelola dengan baik,” jelas Ghani.
Sejak awal masa kepemimpinannya pada Maret 2026, Ghani menjelaskan terkait dengan upaya yang diambil untuk melakukan penyusunan dan penyesuaian struktur organisasi agar dapat sejalan dengan tata kelola korporasi yang ada di perkebunan.
Meski pemenuhan kebutuhan pekerja tersebut secara penuh dinyatakan belum rampung hingga saat ini, namun manajemen menetapkan target seluruh posisi tenaga manajemen yang dibutuhkan dapat dipenuhi pada Juli 2026.
“Hari ini kita pun belum sampai selesai menyelesaikan kebutuhan tenaga, Insyaa Allah bulan Juli ini seluruh tenaga yang dibutuhkan, tenaga manajemen akan kita penuhi,” ujarnya, dikutip Rabu (08/07/2026).
Dalam hal ini, pihaknya mengatakan jika perusahan membutuhkan sebanyak lebih dari 20 ribu tenaga kerja baru dengan cakupan total sejumlah 1.844 karyawan pimpinan, 9.450 pengawas atau mandor, serta 11 ribu tenaga pemanen.
Sementara berdasar pada data perusahaan yang tercatat hingga minggu keempat Juni 2026, sejumlah 1.100 karyawan pimpinan sudah terpenuhi dengan menyisakan 744 posisi lagi.
“Kemudian mandor, kemudian kebutuhan pemanen dan sebagainya sampai lebih 20 ribu orang akan kita selesaikan paling lambat bulan Agustus,” katanya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






