Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (14/07/2026), sebesar 19,92 poin (0,33%) ke level 6.057,76, yang didorong oleh keputusan lembaga pemeringkat S&P yang mempertahankan outlook Indonesia dengan peringkat stabil.
Meski begitu, aktivitas pembelian saham (trading) bagi pelaku yang ingin bertransaksi tetap dapat dijalankan sebagaimana mestinya, sekalipun menggunakan metode scalping atau jangka pendek.
Justru, metode ini dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk melakukan transaksi di tengah kondisi tersebut, karena tingginya volatilitas ketika pasar menurun justru dapat dijadikan sebagai peluang profit asalkan dilakukan dengan cara disiplin dan penuh strategi tepat.
Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh pelaku (trader ) adalah memperhatikan buying average saham, yaitu cara pembelian saham yang sama selama beberapa kali pada harga yang berbeda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).
Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;
- Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
- Mengelola risiko saat pembelian saham
- Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya
Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham yang cocok untuk scalping!
RANS — PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk
Diketahui, saham RANS menarik untuk scalping karena masih berada dalam fase price discovery pasca IPO atau baru melantai. Biasanya saham dengan tanda tersebut memiliki volatilitas yang tinggi, antrian bid-offer aktif, dan pergerakan harga yang cepat dalam beberapa hari awal perdagangan.
Meski demikian, volatilitasnya dalam kondisi tersebut juga dinilai tinggi sehingga diimbau untuk disiplin menggunakan stop loss.
ELSA — PT Elnusa Tbk
Saat IHSG menguat, saham energi seperti ELSA sering mendapat aliran dana tambahan karena dianggap sebagai sektor defensif dengan fundamental yang stabil.
Pergerakan ELSA yang termasuk ke dalam saham sektor energi yang relatif likuid umumnya juga cukup teknikal sehingga cocok untuk target scalping pendek. Selain itu, sentimen harga pada minyak dan aktivitas sektor migas masih menjadi katalis utama.
RATU — PT Raharja Energi Cepu Tbk
Momentum sektor energi yang masih aktif membuat saham RATU berpotensi mencatat pergerakan intraday yang menarik selama volume transaksi tetap terjaga. Kemudian, RATU juga sering menjadi perhatian trader karena memiliki volatilitas harian yang cukup tinggi dibanding saham energi lainnya.
NTBK — PT Nusatama Berkah Tbk
Bagi metode scalping, keunggulan NTBK terletak pada potensi lonjakan persentase harian yang relatif cepat ketika volume meningkat, di tengah risikonya yang juga lebih tinggi dibanding sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Di lain sisi, NTBK tergolong saham dengan kapitalisasi yang lebih kecil sehingga pergerakan harganya sering dipengaruhi oleh momentum dan aktivitas trader jangka pendek.
DMAS — PT Puradelta Lestari Tbk
Saat IHSG menguat, DMAS kerap menjadi pilihan trader yang mencari saham dengan volatilitas moderat dan spread yang relatif nyaman untuk trading harian.
Hal itu menarik lantaran DMAS termasuk saham properti kawasan industri yang cukup likuid. Selain itu, sentimen investasi manufaktur, kawasan industri, dan potensi penjualan lahan juga sering menjadi pendorong pergerakan harga. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






