Mitrapost.com – Polisi mendalami grup WhatsApp yang sengaja dibuat pelaku untuk mengoordinir pemerkosaan terhadap remaja di Sampang, Madura. Menurut pemeriksaan, grup tersebut dinamai dengan “Teh Gembul”.
Kapolres Sampang AKBP Hartono membenarkan bahwa 27 tersangka berkomunikasi melalui grup WhatsApp tersebut. Saat ini, grup tersebut sudah dalam kondisi tidak aktif, namun polisi tetap melakukan penelusuran terhadap seluruh anggotanya.
“Memang betul, mereka membuat grub. namanya Teh Gembul grup WA mereka ini.” kata Hartono, Minggu (19/7/2026), dikutip Detik
“Soal grup WA itu tetap kami dalami. Saat ini, kami fokus memburu para pelaku yang masih buron,” tegas dia.
Diberitakan sebelumnya, tersangka inisial AP (15) diduga mengkoordinir pelaku lainnya untuk merudapaksa korban. Ia juga membuat grup WhatsApp untuk memberikan informasi kepada teman-temannya bahwa korban bisa dilecehkan secara seksual.
“Di situlah sempat terjadi membuat grup si AP ini. Ada grupnya (berisi para pelaku),” ujar Kapolres Sampang AKBP Hartono beberapa waktu lalu.
Menurutnya, grup WA tersebut menjadi salah satu petunjuk bagi penyidik untuk mengungkap seluruh orang yang terlibat. Total 13 orang telah diamankan oleh polisi dan 9 di antaranya telah dilimpahkan ke kejaksaan
Berdasarkan penyelidikan sementara, total tersangka pemerkosaan itu ada 27 orang, dan 10 di antaranya merupakan anak di bawah umur. Saat ini, pihak kepolisian masih memburu 14 orang lainnya yang masih buron.
“Setelah kita tangkap dari lima orang ini, kita tangkap-tangkap, ketemu lah 12 orang ini. Setelah ini akhirnya mengembang lah, dari pengakuan para pelaku (total) tersangka ada 27 orang,” ujarnya.
“(Satu orang lagi) jadi kita tangkap saat di atas bus yang menuju ke Surabaya,” lanjut dia. (*)

Redaksi Mitrapost.com






