2 WNI yang Disekap di Myanmar Diketahui Bekerja di Jaringan Online Scamming

Mitrapost.com – Dua warga negara Indonesia (WNI) yang disekap di Myawaddy, Myanmar, diketahui bekerja di jaringan penipuan online (online scamming). Mereka diduga korban penipuan lowongan pekerjaan (loker) di luar negeri.

Ses NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri Brigjen Untung Widyatmoko menyebutkan, Polri masih mengusahakan proses penyelamatan dua WNI tersebut. Terlebih, lokasi merupakan perbatasan Myanmar dengan Thailand yang menjadi zona konflik kelompok bersenjata.

“Sudah (monitor), lagi kami upayakan berbagai langkah untuk yang bersangkutan, yang bersangkutan operator scamming online,” kata dia, Minggu (19/7/2026), dikutip CNN Indonesia.

Ia menjelaskan, Myawaddy, Myanmar, merupakan area yang dinilai berbahaya, sehingga sering dijadikan tempat penyekapan bagi korban penipuan kerja. Bahkan, polisi setempat merasa sulit untuk mengakses lokasi.

“Polisi Myanmar mereka juga enggak berani masuk karena diduga disekap di wilayah pemberontak,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, perempuan asal Agam, Sumatera Barat (Sumbar), bernama Ayu, mengadu menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan disekap bersama temannya dalam keadaan diborgol di Myanmar.

Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Barat menyebut mengetahui informasi itu lewat video yang beredar di media sosial. Lembaga tersebut sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan identitas korban.

“Setelah video viral itu, kami langsung berkoordinasi dengan pihak terkait, mulai dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Agam hingga Polda Sumbar,” kata Kepala BP3MI Sumbar Jupriyadi, Kamis (16/7/2026).

“Dari hasil koordinasi, memang benar bahwa Ayu merupakan warga Agam,” kata dia lagi.

Menurut pemeriksaan sementara, korban diduga berangkat ke luar negeri secara ilegal atau tidak menggunakan jalur resmi. Jupriadi mencurigai bahwa korban merupakan salah satu korban penipuan pekerjaan daring atau job scamming.

“Kalau PMI (Pekerja Migran Indonesia) berangkat secara tidak resmi, kami memang tidak mempunyai datanya. Biasanya, kami baru mengetahui ketika sudah muncul permasalahan (seperti ini),” katanya lagi.

“Kalau wilayah-wilayah Myanmar seperti itu, biasanya pekerjaan yang ada berkaitan dengan scam atau scamming,” katanya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati