Mitrapost.com – Berdasarkan kondisi pasar selama minggu kemarin hingga penutupan pada 31 Juli 2026, IHSG pada 3 Agustus 2026 berpeluang bullish ringan. Ini bisa terjadi jika arus dana masuk tetap kuat dan saham-saham berkapitalisasi besar memimpin kenaikan.
Pergerakan masih volatil karena rebalancing indeks LQ45, IDX30, dan IDX80. Rebalancing ini sering meningkatkan aktivitas transaksi, maupun dapat memicu rotasi sektor maupun profit taking pada saham tertentu.
Sementara, beberapa sektor diperkirakan memimpin, di antaranya perbankan, industri, energi, maupun basic materials. Berikut kami rangkum 5 saham perusahaan listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang potensial bullish pada 3 Agustus nanti!
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
Potensi kenaikan BMRI pada 3 Agustus 2026 mendatang sebesar 5% hingga 10%. Likuiditas saham perusahaan ini sangat tinggi di BEI. Berdasarkan fundamentalnya, kinerja keuangannya masih solid dengan pertumbuhan laba dan kualitas aset yang baik. Masih ada potensi bullish crossover karena tingkat harga masih sehat.
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)
Potensi kenaikan AKRA pada 3 Agustus 2026 mendatang sebesar 5% hingga 9%. Likuditas saham tinggi dengan laba kuat dan dividen sehat, sehingga menjadi katalis positif jangka pendek. Harga AKRA belum memasuki area overbought, sehingga momentum bullish berlanjut. Cocok untuk swing trading 2–5 hari.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
Potensi kenaikan BBRI pada 3 Agustus 2026 mendatang sebesar 4% hingga 8%. Sahamnya sangat likuid dengan spread relatif sempit, didukung profitabilitas dan kualitas aset tetap kuat. Berpotensi mendapat dukungan arus dana asing apabila sektor perbankan kembali memimpin. Tingkat harga masih ideal dan tetap memberi ruang kenaikan.
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET)
Potensi kenaikan INET pada 3 Agustus 2026 mendatang sebesar 4% hingga 8%. Likuiditas saham meningkat dibanding rata-rata bulan sebelumnya. Momentum harga mengarah bullish di tingkat masih ideal.
PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)
Potensi kenaikan MIDI pada 3 Agustus 2026 mendatang sebesar 3% hingga 7%. Likuiditas saham cukup baik dengan kinerja operasional sektor ritel relatif stabil dan defensif. Momentum harga mulai membaik dan belum overbought. (*)

Redaksi Mitrapost.com






