Perkembangan Kasus Dugaan Bullying Siswa MTs di Pati: Korban Masih Trauma

Pati, Mitrapost.com Korban dugaan perundungan (bullying) di salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs), Kabupaten Pati, mengalami trauma. Tak hanya trauma, korban juga mengalami luka serius yang menyebabkan dua jari tangan kirinya putus.

Salah satu anggota keluarga, Sulistyono, membenarkan bahwa kondisi psikologis korban belum pulih sepenuhnya. Terlebih, sejak kejadian perundungan hingga saat ini, pelaku belum berinisiatif untuk meminta maaf kepada korban.

“Adiknya masih trauma. Kemarin saja lewat dari Sekolahnya kayak takut gimana. Ketemu gurunya saja takut,” ujar Sulistiyono ditemui di rumahnya, Senin (03/08/2026) siang.

“Dari keluarga pelaku tidak ada inisiatif meminta maaf ke keluarga korban,” katanya lagi.

Pihak keluarga korban, lanjut dia, berharap kepada kepolisian untuk mengusut secara tuntas terkait dugaan kasus bullying itu. Selain itu, korban juga rencananya akan pindah dari sekolah tersebut.

“Semoga kasus ini bisa ditangani oleh kepolisian dengan benar dan ada hasil yang terbaik,” ujarnya.

Pendamping korban dari Astuti Foundation, Padina Mahardikasari, menyebut bahwa pihaknya telah menerima laporan dari kakak korban. Dengan demikian, Astuti Foundation berkomitmen untuk memberikan pendampingan aspek hukum dan psikologis terhadap korban.

“Kebetulan melapor itu hari Rabu sore (29/07/2026) terus Astuti melapor ke Dinsos dan juga Kemenag itu akhirnya kita mendapat jadwal hari ini menengok si adek korban,” ujarnya.

Menurutnya, korban sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit. Adapun kondisi korban saat ini mulai membaik.

Alhamdulillah sudah di rumah sudah di obati dan pada saat ini sudah pasca pengobatan,” terangnya.

Lebih lanjut, Padina mengaku bahwa proses hukum sudah ditangani oleh Polresta Pati. Dia pun berharap tidak ada kasus serupa di dunia pendidikan, khususnya Pati.

“Proses hukumnya sudah ditangani oleh sama Polres hari ini,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus dugaan bullying itu terjadi pada Senin (27/07/2026) lalu. Kepala MTs di Pati, Syafi’i mengatakan bahwa video yang viral di media sosial itu bukan unsur dari kesengajaan atau pembulian dari siswa. Syafi’i mengatakan, kejadian itu merupakan murni insiden atau kecelakaan saat bermain dengan teman.

“Sebetulnya adalah murni dari insiden atau kecelakaan yang tidak ada unsur kesengajaan atau pembullyan,” ujar Syafi’i. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati