Mitrapost.com – Viral video menunjukkan calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan berjalan di atas bara api saat pelatihan sembari meneriakkan kata ‘Jamsostek, Jamsostek, Jamsostek, Jamsostek Jaya.’
Menanggapi hal itu, pihak BPJS Ketenagakerjaan pun buka suara. Kegiatan dalam video tersebut merupakan bagian dari Program Orientasi Persiapan Kerja (OPK) untuk calon karyawan.
Deputi Bidang Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan, Erfan Kurniawan menyebut, program tersebut merupakan fondasi awal dalam membentuk sumber daya manusia BPJS Kesehatan yang profesional, berintegritas, berkarakter, dan memiliki kesiapan mental. Dan kegiatan dalam video tersebut hanyalah salah satu dari sekian kegiatan yang dijalankan dalam program tersebut.
“Program Orientasi Persiapan Kerja merupakan bagian dari proses pembentukan sumber daya manusia BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya dilansir dari Kompas.
“Program ini dirancang agar calon karyawan memiliki kompetensi, integritas, etika kerja, karakter, serta kesiapan mental yang selaras dengan nilai-nilai organisasi dan prinsip tata kelola yang baik (good governance), sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada peserta,” lanjutnya.
Ia menyebut, OPK disusun secara terstruktur, sistematis, dan terukur lewat metode pembelajaran yang saling melengkapi.
Menurutnya, aktivitas berjalan di atas api adalah salah satu metode pembelajaran berbasis pengalaman yang dipakai untuk mendukung tercapainya tujuan program.
OPK sendiri, jelasnya, mencakup berbagai materi dan simulasi yang dirancang untuk membentuk kompetensi, karakter, dan kesiapan calon karyawan menyeluruh.
“Perlu kami tegaskan bahwa aktivitas tersebut bukan merupakan substansi utama maupun kewajiban dalam keseluruhan rangkaian OPK. Aktivitas tersebut hanya merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang digunakan untuk membantu membangun kepercayaan diri, pengendalian diri, disiplin, dan ketangguhan mental peserta,” ujarnya.
Pihaknya memastikan seluruh kegiatan didampingi instruktur yang kompeten, sesuai prosedur yang ditetapkan, dan memperhatikan aspek keselamatan dan keamanan.
“Kami juga memastikan seluruh peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berada dalam kondisi baik dan saat ini telah siap menjalankan tugas memberikan pelayanan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan di seluruh Indonesia,” paparnya.
Meski begitu, pihaknya mengakui berbagai masukan dan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi.
“Kami menghargai setiap masukan dari masyarakat,” ujarnya.
“Evaluasi akan terus kami lakukan agar setiap metode pembelajaran yang diterapkan tetap selaras dengan tujuan pengembangan sumber daya manusia yang profesional, menjunjung tinggi aspek keselamatan, serta memenuhi prinsip tata kelola yang baik,” lanjutnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






