IHSG Dibuka Optimis, Berikut 5 Saham Potensial untuk Scalping!

Mitrapost.com – Kondisi pasar saham pada hari ini, Senin (10/8/2026), masih potensial bullish didukung pembukaan di zona hijau menunjukkan momentum beli masih kuat. Meski demikian, trader tetap harus waspada adanya profit taking.

Momentum ini cocok untuk scalping karena masih positif dan volatilitas harian tinggi. Banyak saham likuid berpotensi memberikan peluang breakout/pullback. Hindari mengejar saham yang sudah naik terlalu jauh sejak pembukaan.

Berikut 5 saham listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang masih potensial untuk scalping!

PT Bach Multi Global Tbk (BACH)

Secara fundamental, profit dan pendapatan BACH tahun lalu mengalami peningkatan, namun karena baru tercatat di BEI pada Juli 2026, likuiditas dan spread belum sestabil blue chip. Secara teknikal kuat (EMA5/10/20 bullish dan MACD positif), namun tingkat harga berisiko overbought. Tunggu pullback ke area support, kemudian Sell saat volume melemah atau momentum turun.

PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE)

JGLE bergerak di properti, hotel/resor dan taman rekreasi. Likuiditas perdagangan masih digerakan oleh sentiment pasar, bukan fundamental yang kuat. Emiten ini menarik untuk scalping karena volatilitasnya tinggi. Buy saat harga di atas support dengan konfirmasi bullish dan peningkatan volume, lalu Sell saat dekat resistance atau momentum kembali bearish.

PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL)

Secara fundamental, laba bersih perusahaan pada kuartal pertama naik lebih dari 100 persen. Namun, secara teknikal, BULL sempat berada dalam kondisi bearish dengan sinyal oversold dan momentum negatif. Buy setelah rebound dan tingkat harga naik (RSI>50), kemudian Sell saat resistance atau ketika momentum dead cross.

PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)

MDIA merupakan induk usaha ANTV dan bagian dari Grup VIVA. Likuiditasnya relatif lebih rendah. Secara teknikal, saham ini lebih cocok diperlakukan sebagai saham spekulatif. Buy saat breakout resistance dengan volume besar, lalu Sell cepat jika breakout gagal atau jika telah mencapai target profit sekitar 3-7%.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)

Likuiditas perdagangan sangat tinggi dengan spread tipis sehingga eksekusi lebih mudah. BMRI menunjukkan momentum pemulihan dengan harga mulai masuk zona positif. Buy saat pullback ke EMA20 saat volume naik atau breakout resistance, kemudian Sell setelah target profit 2-4% tercapai atau momentum melemah. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati