Mitrapost.com – Kondisi pasar saham pada esok hari, Rabu (2/9/2026), diprediksi bullish ringan. Komposisi baru setelah penyesuaian dari MSCI membuat pasar berfluktuasi dengan potensi rotasi portofolio serta aksi jual-beli selektif.
Selama bulan September masih memiliki peluang rebound. Namun, waspada kemungkinan pasar bergerak bearish lantaran tekanan pasar akibat aksi jual asing dan sentimen global masih kurang stabil, termasuk faktor minyak, dan inflasi.
BBNI – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Likuiditas BBNI tinggi. Secara fundamental, laba bersih pada semester I naik sekitar 6,6% dengan kualitas aset (NPL) masih relatif terjaga di angka 1,9%. Tren harga bullish dengan tingkat harga masih sehat. BBNI diperkirakan bisa menembus target kenaikan hingga 4-8% pada 2 September 2026.
INET – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Likuiditas INET cukup tinggi dengan transaksi perdagangan cukup aktif. Pendapatan pada kuarter pertama 2026 melonjak sekitar 3,07% YoY. Namun, INET masih lebih berisiko daripada bank besar karena fase ekspansi dan valuasinya lebih agresif. Tren kenaikan positif, namun jangan mengejar jika harga sudah terlalu tinggi.
HRUM – Harum Energy Tbk
HRUM menarik karena sektor energi masih relatif kuat. Bisnis nikel menjadi kontributor utama pendapatan. Tren masih bullish dengan tingkat harga masih relatif sehat. BBNI diperkirakan bisa menembus target kenaikan hingga 4-9% pada 2 September 2026.
BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Likuiditas BBRI sangat tinggi dengan fundamental laba masih sangat kuat mengalami kenaikan pada semester I 2026 hingga 17,5% YoY. Saham perusahaan berpotensi naik hingga 3-7% pada 2 September 2026. Arah tren sedang mendukung bullish, namun tingkat harga sudah mendekati overbought.
MDKA – PT Merdeka Copper Gold Tbk
MDKA sangat likuid dengan eksposur bisnis komoditas emas, tembaga, dan nikel kuat. Saham perusahaan berpotensi naik hingga 4-9% pada 2 September 2026. Tren masih positif dan tingkat harga masih di zona sehat. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com





