Kekeringan Meluas, Pemkab Pati Mulai Rumuskan Anggaran Belanja Tak Terduga

Pati, Mitrapost.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, Jawa Tengah, mulai merumuskan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) untuk menangani kekeringan di wilayahnya. Pasalnya, kekeringan mulai meluas di puluhan desa wilayah Bumi Mina Tani.

Diketahui, anggaran BTT yang diusulkan oleh Pemkab Pati mencapai Rp 1,5 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk memaksimalkan armada truk tangki bantuan air bersih.

Pelaksanaan Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra mengatakan bahwa pihaknya telah mengantisipasi bencana kekeringan dengan mengirimkan droping bantuan air bersih sekitar 6 sampai 8 tangki setiap harinya.

“Kekeringan di Pati ini sudah kita antisipasi teman-teman dari BPBD tiap hari juga kirim ada sekitar 6 sampai 8 tangki setiap hari,” ujar Chandra.

Sementara itu, anggaran BTT rencananya disiapkan dalam penanganan bencana kekeringan di Kabupaten Pati. BTT ini akan dialokasikan untuk memperlancar bantuan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Ini baru kami rumuskan untuk yang BTT, dari BTT harapan kami ada anggaran yang bisa kita luncurkan untuk tangki ini bisa sampai 4 sampai 8 tangki tiap hari. Ini baru kami rapatkan supaya BTT ini bisa kita cairkan untuk penanganan bencana Kekeringan ini,” kata dia.

Selain mempersiapkan BTT, Pemkab Pati juga minta bantuan droping air bersih kepada perusahaan. Beberapa waktu kemarin, pihaknya juga telah berdiskusi kepada BPD Jateng terkait penanganan masalah kekeringan ini.

“Terus untuk CSR dari beberapa perusahaan sudah mengalir, ada kemarin. Kami sudah diskusi dengan BPD Jateng untuk penanganan masalah kekeringan ini,” jelasnya.

“Jadi BPD Jateng juga akan menganggarkan untuk beberapa tangki kelihatannya agak banyak, nanti kita di Kecamatan-kecamatan yang terdampak kekeringan,” dia menambahkan.

Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Pati tercatat telah menyalurkan 417.000 liter air bersih atau 88 tangki.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, 25 desa di 9 kecamatan mengalami kekeringan. Fenomena tersebut berdampak pada 3.057 kartu keluarga atau setara dengan 10.232 jiwa. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati