IHSG Dibuka Menguat, Harga 5 Saham Ini Berpotensi Bergerak Signifikan

Mitrapost.comIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,28 persen ke level 6.455,03 pada pembukaan perdagangan hari ini Kamis (17/9/2026).

IHSG masih volatil, tetapi sejumlah saham memiliki katalis yang berpotensi mendorong pergerakan harga signifikan.

Berikut ini 5 saham yang berpotensi mengalami pergerakan harga signifikan pada Jumat, 18 September 2026.

  1. AMMN — Amman Mineral Internasional Tbk

Secara fundamental, AMMN merupakan produsen tembaga dan emas dengan aset Batu Hijau dan proyek Elang. Momentum produksi tembaga dan emas menjadi katalis utama.

Potensi kenaikan saham ini mencapai 8% sampai 11% atau Rp5.600 — Rp5.700. Didukung harga emas atau tembaga, momentum sektor tambang, dan potensi technical rebound.

Meski begitu, ada risiko koreksi setelah kenaikan sebelumnya, tekanan IHSG, harga komoditas, dan volatilitas tinggi.

  1. MBMA — Merdeka Battery Materials Tbk

Potensi kenaikan saham ini mencapai 7% sampai 16% atau di kisaran Rp530 — Rp580. Bisnis utama MBMA berada pada rantai nilai nikel dan material baterai. Sehingga kenaikan harga saham ini bergantung pada prospek baterai/nikel.

Didukung rencana buyback menjadi katalis tambahan dan peluang technical rebound. Namun ada risiko harga nikel, biaya produksi, margin downstream, serta kondisi pasar global.

  1. ANTM — Aneka Tambang Tbk

Harga emas masih di level tinggi sehingga saham ANTM menarik untuk dipantau. Selain itu, fundamental perusahaan ini juga cukup kuat. Dimana laba bersih semester I 2026 mengalami peningkatan dan pendapatannya juga tumbuh.

Saham ini sensitif terhadap pergerakan harga komoditasnya. Potensi kenaikan harga saham ini berkisar 6% sampai 10% atau Rp3.400— Rp3.500. Didukung harga emas, pertumbuhan laba, dan minat investor terhadap saham tambang.

Namun ada risiko koreksi harga emas/nikel, profit taking, serta tekanan IHSG.

  1. BRMS — Bumi Resources Minerals Tbk

Potensi kenaikan harga saham ini berkisar 7% sampai 15% atau Rp780— Rp840. Didukung BRMS yang memiliki volatilitas tinggi dan menjadi salah satu saham yang mencuri perhatian investor pada perdagangan 17 September.

Bisnis utama terkait produksi emas. Ekspansi fasilitas pengolahan menjadi salah satu faktor yang dapat menopang produksi ke depan.

Namun ada risiko fundamental semester I melemah, fluktuasi emas, keterlambatan proyek, serta volatilitas harga yang tinggi.

  1. AADI — Adaro Andalan Indonesia Tbk

Saham ini dinilai lebih stabil dibandingkan dengan sejumlah saham tambang lainnya. Secara fundamental, pendapayan semester I 2026 saham ini naik dan laba meningkat. Didukung bisnis batu bara, logistik, dan tambahan kontribusi pembangkit.

Potensi kenaikan saham ini berkisar 5% sampai 15% atau Rp13.000 — Rp14.300. Namun ada risiko harga batu bara, kebijakan komoditas, rupiah, dan profit taking setelah penguatan beberapa pekan terakhir. (*)

 

 Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati