Masih Ada Peluang Technical Rebound, Jangan Lewatkan 5 Saham Ini

Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak sideways-bearish. Namun masih ada peluang technical rebound.

Untuk trading jangka pendek, disarankan buy on weakness, bukan mengejar saham ketika harga tiba-tiba melonjak. Dengan kondisi seperti ini, saham yang memiliki volume kuat, katalis fundamental, dan relative strength lebih baik dari IHSG lebih menarik untuk trading dibanding mengejar seluruh sektor.

Berikut ini 5 saham yang berpotensi bergerak signifikan pada Jumat, 9 Oktober 2026.

  1. MDKA — Merdeka Copper Gold Tbk

Saham ini menjadi kandidat utama karena mendapat dukungan fundamental yang membaik sekaligus peluang technical rebound.

Potensi kenaikan saham ini mencapai 4%–8% atau di kisaran Rp3.000 — Rp3.200. Secara fundamental, pendapatan naik. Perbaikan terutama ditopang bisnis nikel dan emas.

Didukung fundamental membaik, emas/nikel, momentum rebound. Namun ada risiko volatilitas tinggi, harga komoditas, leverage dan tekanan IHSG.

  1. AMMN — Amman Mineral Internasional Tbk

Saham ini memiliki volatilitas yang tinggi dan menjadi salah satu saham yang berpotensi memberikan pergerakan signifikan.

Potensi pergerakan saham ini mencapai 5%–9% atau di kisaran Rp4.800 — Rp4.900. Secara fundamental, penjualan melonjak. Target produksi emas dalam konsentrat dinaikkan. Didukung pemulihan laba sangat kuat, produksi emas meningkat, serta eksposur tembaga.

Namun ada risiko koreksi harga komoditas, utang/beban bunga, dan volatilitas tinggi.

  1. PTRO — Petrosea Tbk

Potensi kenaikan saham ini mencapai 4%–8% atau di kisaran Rp5.400 — Rp5.600. Saham ini menarik untuk momentum trading karena fundamentalnya tumbuh agresif.

Secara fundamental, pendapatan semester I-2026 naik dan laba bersih melonjak. Didukung segmen pertambangan dan diversifikasi ke konstruksi, engineering serta EPCI memberikan tambahan sumber pendapatan.

Pertumbuhan pendapatan/laba, diversifikasi bisnis, dan momentum harga juga turut mendukung potensi kenaikan harga saham ini.

Namun ada risiko valuasi tinggi, volatilitas, ketergantungan pada sektor pertambangan dan tekanan teknikal.

  1. JPFA — Japfa Comfeed Indonesia Tbk

JPFA menjadi pilihan yang lebih defensif dibanding beberapa saham tambang. Potensi kenaikan saham ini mencapai 3%–7% di kisaran Rp2.100 — Rp2.200.

Secara fundamental, pendapatan semester I-2026 naik, laba bersih naik, EBITDA meningkat, dan pertumbuhan juga didukung peningkatan belanja program MBG.

Didukung pertumbuhan laba sangat kuat, MBG, pertumbuhan volume dan penjualan. Namun risiko harga ayam/DOC, biaya pakan, margin kuartal II yang menurun dan kenaikan utang.

  1. HRTA — Hartadinata Abadi Tbk

Saham ini menarik karena kombinasi tren emas dan fundamental yang kuat. Potensi kenaikan saham ini mencapai 5%–9%.

Secara fundamental, penjualan bersih semester I-2026 naik, pertumbuhan didukung tingginya aktivitas perdagangan emas dan logam mulia, harga emas yang tinggi menjadi katalis bagi permintaan produk emas dan perdagangan logam mulia.

Didukung harga emas, pertumbuhan penjualan, momentum sektor emas dan rekomendasi teknikal. Namun ada risiko koreksi harga emas, profit taking dan volatilitas pasar. (*)

 

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati